|
|
 |
Sunday, July 24, 2005
Posted at 07:57 pm by JKTPLAS
Friday, May 27, 2005
Penafsiran dan Ciri-Ciri AlQur'an [fr: Struggling To Surender]
Ketika seorang muslim membaca AlQur’an dalam bahasa Arab, ia menemukan keindahan, hubungan logis, dan hikmat yang transenden. Banyak pembaca non-muslim, yang bersandar pada terjemahan, menggambarkan bahwa AlQur’an tidak memiliki hubungan logis, tidak menimbulkan inspirasi dan penuh dengan keburukan. Salah satu sumber persepsi yang berbeda secara radikal itu adalah bahwa sebagian penerjemah masa lalu dan sekarang adalah orientalis atau ahli-ahli Barat yang telah menguasai tata bahasa Arab. Tetapi, bagi sebagian besar penerjemah itu, bahasa Arab tidak pernah menjadi bahasa yang hidup. Disinilah sumber dari seluruh permasalahannya, karena penguasaan tata bahasa dan pengetahuan mengenai sastra Arab “tidak dapat memberi roh bahasa itu kepada penerjemah yang lepas dari kelompok masyarakat yang sulit dikenal itu. Roh bahasa ini hanya dapat diperoleh dengan tinggal dan hidup di dalam kelompok masyarakat tersebut”. (Muhammad Asad: The Road to Mecca-Gibraltar: Dar Al Andalus, 1980).
Bahasa Arab AlQur’an yang menggunakan gaya bahasa eliptis (sering disebut I’jaz oleh para filologi Arab), terus dipertahankan dan dipahami dengan sangat tepat oleh orang-orang Badui di semenanjung Arab, baik pada masa Nabi Muhammad SAW maupun pada abad-abad berikutnya. Bahkan orang2 Islam Arab yang lahir di luar tradisi itu mengalami kesulitan dengan banyak ayat di dalam kitab suci mereka. Rintangan yang ditemui ketika berusaha menerjemahkan AlQur’an kedalam bahasa asing lebih besar lagi. Tafsir yang dibuat Asad mengandung kemajuan penting dalam mengatasi beberapa masalah ini, dan terjemahan serta komentar Yusuf Ali barangkali adalah yang paling banyak dibaca oleh orang-orang Islam yang berbahasa-ibu Inggris. Banyak orang memilih hasil terjemahan Marmaduke Pickthall, karena terjemahannya sangat dekat dengan baahsa harfiah AlQur’an. Tetapi bagi semua orang Islam, AlQur’an menampilkan wahyu-wahyu Allah. Oleh karena itu, setiap penerjemahan ke dalam bahasa lain secara apriori tidak sempurna dan, dalam kesimpulan akhir, karya itu bukanlah AlQur’an ataupun terjemahan AlQur’an, tapi hanya PENAFSIRAN.
Seorang pembaca yang memiliki latar belakang Yahudi dan Kristen (perspektif Yudeo Kristen), yang merupakan kebanyakan mualaf Barat, pada awalnya menghadapi tiga ciri AlQur’an yang sangat bertentangan dengan apa yang mereka pandang sebagai kitab suci.
Ciri pertama adalah bahwa AlQur’an merupakan sebuah wahyu yang sifatnya personal, dalam arti bahwa, selain tujuh ayat pertama yang mengungkapkan permohonan untuk mendapat petunjuk Ilahi, perspektif AlQur’an adalah selalu Allah yang berbicara kepada manusia. Contohnya:”Hai hamba-hambaKu, yang melampaui batas terhadap diri sendiri, jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah” (QS39:53). Bahkan, ketika AlQur’an mengajarkan sebuah do’a kepada pembacanya, AlQur’an seringkali memulai dengan memerintahkan pembacanya untuk secara harfiah “mengatakannya”, seperti di dalam,”Katakanlah: aku berlindung kepada Tuhan manusia” (QS114:1)
Ciri kedua, adalah bahwa AlQur’an, tidak seperti Injil, tidak memiliki kronologis khusus. Sementara Injil memiliki sejarah dan biografi, adalah sangat mustahil untuk mengetahui atau tempat ayat-ayat AlQur’an diturunkan tanpa mengacu pada sumber lain. Seseorang dapat membaca AlQur’an hampir menurut urutan yang mana saja dan, dengan catatan seluruh isinya dibaca, pemahaman yang mendalam terhadap kandungan utama AlQur’an tetap dapat diperoleh. Jadi, dalam pengertian praktis, AlQur’an tidak memiliki awal atau akhir yang jelas. Bagi kaum muslim, ini adalah suatu simbol yang sangat relevan yang menunjukkan bahwa pesan yang terkandung dalam AlQur’an melampaui batas-batas waktu dan tempat dan bahwa Allah itu di luar batas-batas penciptaan.
Ciri ketiga, karena Islam tidak mengotak-ngotakkan realitas ke dalam pengertian “sakral” dan “sekular”, AlQur’an menjalin beragam sisi pengalaman manusia di dalam seluruh wacananya--bangkit dan runtuhnya suatu bangsa dan individu, keteraturan alam, terciptanya masyarakat dan hukum, psikologi manusia—baik untuk membimbing pembacanya dalam menghadapi kehidupan di dunia ini maupun untuk menyadarkan dirinya akan eksistensi dan keesaan Allah. Karena unsusr-unsur ini berpadu menjadi satu dalam kehidupan, demikian pula AlQur’an. Ini seolah-olah bahwa Allah adalah Pemelihara, Pengatur dan Raja dari kesemuanya itu. Ini adalah perbedaan utamanya dengan kitab-kitab suci lainnya.
Posted at 01:30 am by JKTPLAS
Tuesday, June 08, 2004
Assalamualaikum wr.wb.
Sedikit komentar,
Agama berisi akidah2 dasar rumus/aturan Tuhan, baik itu boleh atau
tidak dilakukan oleh umat manusia, dengan imbalan pahala dan dosa dalam
pelaksanaannya.
Ilmu pengetahuan adalah sebuah wacana pembelajaran mengenai aturan
Tuhan itu. Ilmu pengetahuan lebih banyak bicara mengenai sebuah proses dari
aturan tersebut. Tergantung dari siapa yang melakukan riset atau
analisa mengenai proses tersebut, jika seorang Islam yang melakukannya maka
dia akan selalu mengembalikannya kepada aturan Tuhan tersebut, bahwa
ilmu ilmu mana saja yang boleh dan tidak diterapkan.
Stephen Hawking, tidak memahami keberadaan Tuhan sebagai unsur kekal
dan pencipta alam, tetapi dia terkesan lebih sering berbicara bahwa Tuhan
berada/hidup dalam dimensi alam semesta yang ada ini.
Tuhan Menciptakan Pohon Nangka dari sebuah Biji Nangka dan bukan dari
sehelai Daun Nangka. Itu adalah hukum alam. Tetapi apakah sehelai Daun
Nangka bisa tumbuh menjadi sebuah Pohon Nangka tanpa adanya sebuah
proses bantuan dari ilmu pngetahuan. Saya kira Stephen Hawking akan
mengatakan .."IMPOSSIBLE, ...pun jika Tuhan yang menanamnya".
Manusia menciptakan sebuah "Mobil", yang mana aturan dalam
penciptaannya adalah .. "jika pedal gas di injak maka Mobil akan melaju, bukan
klakson yang dipencet maka mobil akan melaju". Pertanyaannya .. "Apakah
mungkin klakson lah yang dipencet maka mobil akan melaju?", jawabannya
adalah Mungkin!!!, jika Penciptanya melakukan "modifikasi" pada perangkat
tersebut.
Dalam perjalanan umat manusian semenjak dari Nabi Adam sampai sekarang,
Tuhan telah banyak melakukan "modifikasi-modisikasi" aturan nya, dan
itu seperti apa yang kita bisa lihat dan pelajari sebagai ilmu
pengetahuan. KALAU MAU, Tuhan pun bisa mengubah/memodifikasi aturan bahwa sehelai
daun nagka akan bisa tumbuh menjadi sebuah pohon nangka.
Sangat disayangkan bahwa Stephen Hawking itu dengan kemampuan pola
pikir-nya, tidak mampu melihat keberadaan Tuhan sebagai unsur pencipta alam
semesta. Seperti dalam sebuah tulisannya yang mengatakan bahwa Tuhan
itu sedikitnya sekali bermain dadu yakni pada saat penciptaan alam
semesta. Ini membantah ucapan einstein yang mengatakan bahwa Tuhan itu tidak
bermain dadu, atau artinya dalam arti kiasan, bahwa Tuhan itu akan
mendapatkan angka yang dikehendakinya pada saat Dia melempar buah dadu.
PASTI!!! Kalau dia menghendaki angka 6 maka angka 6 akan keluar pada saat
di lemparkan, jika menghendaki 5 maka 5 lah yang keluar .. PASTI!!!
Sedang Hawking mengatakan... bahwa energi pertama yang di lemparkan oleh
Tuhan ke alam semesta ini dalam akumulasi perkembangannya TIDAK di
ketahui oleh Tuhan sendiri apa yang akan terjadi akibatnya setelah sekian
masa berlangsung. Tetapi setelah keluarnya energi itu dan berkembang
menjadi energi yang ada sekarang pada alam semesta ini, maka Tuhan baru
akan bisa memprediksi (... atau tidak bisa) apa yang akan terjadi dengan
perkembangan energi itu selanjutnya. Tuhan pun harus belajar untuk bisa
mengetahui adanya energi2 baru yang timbuk dalam alam semesta ini.
yaaaikkksss....
Tidak sepantasnya Hawking bicara seperti ini, karena Tuhan itu hidup
dalam dimensi yang beda dengan kita. Seperti halnya MOBIL, KOMPUTER dan
lain ciptaan manusia, mereka pun hidup dalam dimensi yang beda dengan
kita, yakni dalam kondisi dimensi kehidupan yang kita ciptakan. Kita bisa
membaca seluruh kehidupan dalam dimensi MOBIL atau KOMPUTER itu tapi
sebaliknya MOBIL dan KOMPUTER itu tidak bisa membaca kehidupan dimensi
kita ... jika kita tidak memberikan informasi yang cukup kepada ciptaan
kita itu. Contoh, bahwa kita punya mata, bagaimana komputer mengetahui
bahwa kita punya mata? kalau kita tidak memasukan informasi kepada
komputer tersebut yang menjelaskan hal itu?
Begitupun juga kita. Bahwa kita telah diberi informasi yang cukup oleh
Tuhan tentang keberadaannya dengan adanya Al'Quran itu, harusnya kita
memahaminya dan tidak mencoba me-reka2 seperti Hawking itu sebelum dia
membaca Al'Quran. Karena dia tidak tahu dimana dan apa itu Tuhan selain
me-reka2 tanpa membaca 'Ilmunya' terlebih dahulu. Akibatnya akan timbul
ilmu theory (me-reka2) doank, sedang Tuhan itu PASTI!!!
Tuhan itu PASTI!!!
Pembuktian:
Jika ada sebuah ruang hampa yang dilapisi oleh dinding yang kuat yang
bisa bertahan sampai ribuan tahun, apakah yang terlihat pada ruang
tersebut setelah 10/100/1000 atau ribuan tahun lagi.
JAWAB: Jika didalam ruangan tsb tidak ada energi yang disuntikan
kedalamnya sama sekali maka ruang itu akan tetap menjadi ruang hampa
selamanya, kosong blong, melompong tanpa ada setitik debu pun didalamnya.
Pun ruang angkasa ini at least ada setitik energi yang di timbul
awalnya hinga tumbuh menjadi susunan alam semesta yang ada kini. Lalu siapa
yang memasukan energi itu kedalam alam semesta ini awalnya???? Harus-lah
ada "seseorang" atau unsur/zat hidup yang melemparkan titik energi itu
kedalmnya. Unsur/zat hidup itulah yang disebut dengan TUHAN.
Penutup:
Jadi jangan kita begitu saja percaya dengan ucapan orang-orang 'besar'
yang belum tentu benar, dan apa lagi masih dalam lingkup theory saja.
Dahulu saja seorang besar dan sangat disegani karena kepintarannya
..(plato??).. pernah mengatakan bahwa dunia itu flat... Dan theory itu lama
dianut sampai beberapa generasi. Tetapi ketika dapat dibuktikan bahwa
dunia itu bulat ..(Atlas??).., bagaimana pertanggung jawaban pernyataan
tersebut kemudian? "Bumi itu flat" hanya theory yang dilakukan oleh
seorang yang tidak memiliki ilmu yang cukup. Apakah ilmu KeTuhanannya
Hawkins cukup ??? Saya kira tidak....
Wassalam
as (Adi Suhha)
adi@danger.org
hikmah@isnet.org wrote:
> Howdy,
>
> IMHO, mestinya agama dan ilmu pengetahuan tidak saling berlawanan,
> karena berasal dari Allah swt. Namun dalam kenyataannya toh kedua
> kelompok yaitu kaum agamawan dan scientist tidak selalu klop satu
> sama lain.
>
> Islam sebagai agama akhir yang katanya paling sempurna dalam
> kenyataannya di kehidupan sehari-hari toh tidak menghasilkan
> kemajuan yang semula di-idam-idam-kan, untuk membebaskan manusia
> dari "periode jahiliyah."
>
> Nasib agama Islam, seperti agama-agama yang lahir sebelumnya,
> biasanya bukan sebagai pioneer untuk menyingkap keagungan Allah swt.
> melalui jagad raya ciptaan-Nya, namun kadang-kadang malah sebagai
> penghambat penyingkapan tersebut. Hal ini memang tidak dapat
> dihindari karena "penyingkapan" keagungan tsb. oleh ilmu pengetahuan
> dilakukan dengan terantuk-antuk dan kadang-kadang salah. Sangat
> disayangkan kalau agama yang seharusnya mendorong dan meluruskan
> "penyingkapan" tersebut, dalam kenyataannya malah selalu menghambat,
> karena "tafsir" agama selalu ada di belakang ilmu pengetahuan.
>
> Hoops, mengapa saya jadi serius sekali:-):-) Di bawah ini saya
sajikan
> beberapa artikel yang membahas tentang waktu, dan mungkin tentang
jagad
> raya versi ilmu pengetahuan, filsafat, agama, sebagai gambaran
> ketidak-sinkronnya kedua kelompok tersebut. Enjoy!
>
> SCIENCE:
> Stephen Hawking: "A brief history of time"
>
http://bertie.it.uu.se:8084/Stephen%20Hawking%20-%20A%20brief%20history%
> 20of%20time/A%20Brief%20History%20in%20Time.html
>
> PHILOSOPHY:
> The Emergence of Time and Singularity in Peirce'S Philosophy of
Nature
>
http://www.helmut-pape.de/Unveroffentlichtes/The_Emergence_of_Time_and_S
> ing/the_emergence_of_time_and_sing.html
>
> RELIGION:
> Physics and Faith 3. Rumors of a Designer, Creator and Sustainer Part
> II. Quantum Cosmology. The Anthropic Principle
> http://www.stjohnadulted.org/sc_rumc2.htm
>
> Creation and Big Bang Cosmology
> http://www.leaderu.com/offices/billcraig/docs/creation.html
>
> Howgh!
> -- Djoko Luknanto, Jack la Motta, Luke Skywalker
> " ... the more you travel the less you know" - Beatles
>
>
>
Posted at 01:00 am by JKTPLAS
Qots from Einstein and Pascal
I want to know God's thoughts...the rest are details.
The most beautiful things we can experience is the
mysterious.
It is the source of all true Art and Science.
Science without religion is lame. Religion without
Scince is blind
I shall never believe that God plays dice with the
world.
(Albert Einstein)
Men despise religion. They hate it and are afraid it
may be true. The cure for this is first to show that
religion is not contrary the reason, but worthy of
reverence and respect.
(Blaise Pascal)
Posted at 12:58 am by JKTPLAS
POLYTHEISME DAN TRINITY (7)
POLYTHEISME DAN TRINITY
Tawrat dan Injil selaku Kitab Suci yang diturunkan ALLAH kepada Musa
dan Almasih, kini digabungkan orang ke dalam Bible dan Alkitab yang
terdiri dari enam kelompok. Kelompok pertama mereka namakan Tawrat
dimana Genesis jadi kitab pertama yang telah kita tanggapi secara
ilmiah. Kita berkesimpulan bahwa Genesis itu disusun setelah Alquran
berkembang pada abad ke 7 Masehi; Penyusun Genesis tidak mempunyai
bahan kecuali yang diambilnya dari Ayat Alquran.
Tawrat adalah kelompok pertama dalam Bible yang memuat riwayat hidup
Musa, tetapi haruslah diingat bahwa Tawrat sebenarnya telah dibakar
habis oleh Nebukadnezar dan Kitab Suci itu telah lenyap selama 100
tahun, kemudian dibukukan kembali dengan ayat hafalan yang diucapkan
Uzair. Kini semua ucapan Uzair itu telah dialih bahasakan pada mana
terdapat kalimat pengertian asli, kalimat tambahan dan kalimat
saduran bertujuan faham Trinity.
Kelompok kedua dan keempat dalam Bible terdiri dari cerita Rasul-
rasul yang menyampaikan ajaran Tawhid sebagai yang dipusakakan
Ibrahim. Semua Rasul itu berbudi pekerti tinggi, maka tidak dapat
kita terima jika dalam Bible terdapat kalimat yang merendahkan
setiap Rasul itu hingga hanya Jesus sendirilah yang suci. Semua itu
juga tidak dapat dinamakan Kitab Suci dalam pandangan Islam karena
Kitab Suci yang diakui ialah Tawrat, Injil dan Alquran semata.
Kelompok ketiga dinamakan Psalm atau Zabur oleh Alkitab berisikan
doa dan nasehat tentang hubungan manusia dengan tuhannya. Kita dapat
memperhatikan riwayat Daud dari mulai sampai akhir dimana Nabi itu
tidak pernah menyampaikan doa dan nasehat yang demikian banyak,
malah Psalm itu dipisahkan dari riwayat hidup Daud sendiri. Kita
menarik kesimpulan bahwa setelah Alquran berkembang dan kaum Islam
mempercayai adanya Zabur berdasarkan dua Ayat Alquran, lalu penyusun
Bible memakai kesempatan ini untuk memuat suatu kitab yang dinamakan
Psalm atau Zabur agar dapat mempengaruhi penganut Islam mempercayai
Bible. Maka Psalm atau Zabur itupun tidak dapat diakui selaku kitab
suci berdasarkan ajaran Islam.
Kelompok kelima dalam Bible terdiri dari empat macam Injil dan sikap
kita terhadap Kitab Suci itu bersamaan dengan sikap yang kita
berikan terhadap Tawrat. Penyusunan Injil barulah terlaksana pada
awal abad ketiga Masehi, didasarkan atas catatan yang dapat
dikumpulkan oleh penganut faham Trinity.
Kelompok keenam dari Bible adalah surat-surat yang pernah dikirimkan
oleh pemuka-pemuka agama Keristen kepada orang lain dengan maksud
tersebarnya agama itu. Kepada penulis surat-surat itulah sebenarnya
segala sesuatu yang berupa penyalahgunaan harus dipertanggung
jawabkan. Merekalah sebenarnya yang telah menukar ajaran Tawhid yang
disampaikan Almasih jadi Trinity. Malah penulis surat-surat itulah
yang telah lebih dulu menganut Trinity selaku agama Roma yang
memperkosa Bani Israel dan menukar agama Tawhid kepada pandangan
bahwa Almasih itu anak tuhan.
Hal ini adalah suatu pengelabuan sejarah dan pemaksaan atas Bani
Israel untuk menganut agama Paulus sendiri. Sejarah telah dirobahnya
dengan kekerasan, tetapi sejarah pula yang akan membukakan segala
kejahatan yang telah dilakukannya terhadap orang-orang suci dan
sejarah pula yang akan membukakan kelemahan ajaran Trinity yang
dikembangkannya itu pada waktu kesadaran ummat telah meningkat
tinggi.
Penyusunan Bible telah dipengaruhi oleh Paulus cs. terutama mengenai
tuhan dan anak tuhan yang sebahagian telah kita persoalkan, tetapi
cobalah pula perhatikan ayat-ayat lainya yang menerangkan kedudukan
Tuhan menurut Bible.
Bible:
Genesis:
1:27. So God created man in his own image, in the image of God
created he him, male and female created he them.
Alkitab:
Kejadian:
1:27. Maka dijadikan ALLAH akan manusia itu atas petanya, ialah
atas peta ALLAH dijadikannya ia, maka dijadikannya mereka mereka itu
Iaki-Iaki dan perempuan.
Exodus
3:15. And God said moreover onto Moses, Thus shalt thou say unto the
children of Israel, The Lord God of Abraham, The God of Issac, The
God of Jacob, bath sent me unto you: this is my name for ever, and
this is my memorial unto all.
Keluaran
3:15. Lalu firman ALLAH kepada Musa Demikianlah hendaknya
kaukatakan kepada Bani Israel bahwa Tuhan, ALLAH nenek moyang kamu
yaitu ALLAH Ibrahim dan ALLAH Ishak dan ALLAH Yakub telah
menyuruhkan daku untuk mendapatkan kamu, maka inilah namaku selama-
lamanya dan nama peringatan akan Daku turun temurun.
8:10. And he said, Tomorrow. And he said, Be it according to thy
word: that thou mayest know that there is none like unto the Lord
our God.
8:10. Maka titah Firaun: Pada esok harilah. Maka kata Musa Baiklah,
seperti katamu itu, supaya diketahui olehmu, bahwa Tuhan, ALLAH kami
itu, tiada samanya.
20:2. I am the Lord thy God, which have brought thee out of the
land of Egypt, out of the house of bondage.
20:2. Akulah Tuhan, ALLAHmu yang telah menghantarkan kamu keluar
dari negeri Mesir, dan dalam tempat perhambaan itu.
20:3.Thou shalt have no other gods before me.
20:3.Jangan padamu ada ilah lain di hadapan hadiratku.
20:4. Thou shalt no make unto thee any graven image, or any likeness
of anything that is in heaven above, or that in the earth beneath,
or that is in the water under the earth.
20:4. Jangan diperbuat olehmu akan patung ukiran atau akan barang
peta daripada barang yang dalam langit di atas, atau daripada barang
yang di atas Bumi di bawah, atau dari pada barang yang di dalam air
di bawah Bumi.
20:5. Thou shalt not bow down thyself to them, nor serve them: for I
the LORD thy God am a jealous God, visiting the iniquity of the
fathers upon the children unto the third and fourth generation of
them that hate me.
20:5. Jangan kamu menyembah sujud atau berbuat bakti kepadanya
karena Akulah tuhan, ALLAHmu. ALLAH yang cemburuan adanya, yang
membalas durhaka segala bapa sampai kepada anak-anaknya dan kepada
gilir yang ketiga dan yang keempatpun daripada segala orang yang
membenci akan Daku.
Deuteronomy
5:27. God thou near, and hear all that the LORD our God shall say:
and speak thou unto us all that the LORD our God shall speak unto
thee, and we will hear it,
Ulangan
5:27. Hendaklah mari kiranya menghampiri Dia serta mendengar segala
perkara yang akan Tuhan, ALLAH kami, berfirman, dan hendaklah tuan
juga mengatakan kepada kami segala perkara yang Tuhan, ALLAH kami,
berfirman kepada tuan, maka kami hendak mendengar akan dia serta
menurut akan dia.
6:4. Hear, O Israel: The LORD our God is one LORD.
6:4. Dengarlah olehmu hai Israil, sesungguhnya Hua, ALLAH kita,
Hua Itu esa adanya.
6:13.Thou shalt fear the LORD thy God, and serve him and shalt swear
by his name.
6:13. Melainkan hendaklah kamu takut akan Tuhan, ALLAHmu, dan
berbuat baik kepadanya, dan bersumpah demi namanya juga.
St. Matthew
6:24. No man can serve two masters: for either he will hate the one,
and love the other; or else he will hold to the one and despise the
other. Ye cannot serve God and mammon.
Matius
6:24. Tiada dapat seorang jugapun bertuankan dua orang; karena tak
dapat tiada seorang dibencinya dan seorang dikasihinya kelak, atau
Ia berpegang pada seorang dan meringankan yang lain. Tiadalah dapat
kamu bertuhankan ALLAH bersamasama dengan Mammon.
19:17. And he said unto him, Why callest thou me Good? there is none
good but one, that is, God: but if thou wilt enter into life, keep
the commandments.
19:17. Maka kata Jesus kepadanya Apakah sebabnya engkau bertanya
dari hal kebajikan? Ada Satu yang baik, Tetapi jikalau engkau mau
masuk kepada hidup, turutlah hukum-hukum itu.
St. Mark.
12:29. And Jesus answered him, The first of all the commandments is,
Hear, 0 Israel; The LORD our God is one LORD.
Markus
12:29. Maka jawab Jesus kepadanya: Hukum yang terutama inilah:
Dengarlah olehmu, hai Israil, adapun ALLAH Tuhan kita, Ialah Tuhan
yang Esa.
Psalm
50:1. The mighty God, even the LORD, hath spoken and called the
earth from the rising of the sun unto the going down thereof.
Mazmur
50:1. Bahwa ALLAH yang di atas segala dewa, yaitu Tuhan, berfirman
serta memanggil segala isi Bumi dari masyrik sampai kemagrib.
68:1. Let God arise, let his enemies he scattered let them also that
hate him flee before him.
68:1. Bahwa ALLAH akan berbangkit dan segala seterunya akan dicerai-
beraikan, dan sega/a orang yang benci akan Diapun akan lari dari
hadapan hadiratnya.
Dengan memperhatikan ayat-ayat Bible di atas ini dan banyak ayat
lainnya, dapatlah orang melihat betapa ngaurnya pengertian tentang
LORD dan GOD. Disatu fihak dinyatakan bahwa kedua istilah itu adalah
Tuhan yang mahakuasa sesuai dengan pengakuan Musa dan Almasih
sendiri, dilain fihak dinyatakan Jesus yang akan menciptakan semua
yang ada ini dan karenanya manusia pertama dulu dibentuk berupa
bentuk tuhan. Dengan ayat-ayat di atas juga orang dapat rnelihat
betapa perbedaan Bible dan Alkitab yang semakin menjurus kepada
penuhanan Jesus sendiri. Perbedaan itu lebih nyata pada ayat Matius
19 :17.
Posted at 12:55 am by JKTPLAS
Tuesday, June 01, 2004
POLYTHEISME DAN TRINITY (1)
POLYTHEISME DAN TRINITY
Alquran
16/64. Dan tidaklah Kami turunkan kitab Alquran itu atas engkau
kecuali agar engkau terangkan kepada mereka apa-apa yang mereka
saling bertengkaran padanya, dan pertunjuk serta rahmat bagi kaum
yang beriman.
38/29. Kitab yang Kami turunkan dia kepada engkau itu penuh barkah
agar mereka meneliti ayat-ayatnya dan agar dipikirkan oleh kaum
inventor.
2/285. Telah percaya Rasul itu dengan apa yang diturunkan
kepadanya dari Tuhannya, begitupun orang-orang yang beriman.
Setiapnya beriman pada ALLAH dan malekatNYA dan Kitab-kitabNYA dan
Rasul-rasulNYA. Mereka berkata tidaklah kami pisahkan diantara
seorangpun daripada Rasul-rasulNYA. Dan mereka berkata: kami dengar
dan kami patuhi dengan harapan ampunanMU wahai Tuhan kami, dan
kepadaMU tempat kembali.
Beribu tahun manusia mencari Penguasa mutlak dalam kehidupan di
dunia fana ini dalam waktu sekian lama mereka mengelana dengan alam
fikiran yang berbagai corak, alam fikiran yang diselubungi rasa dan
duga. Mereka terbentur pada berbagai objek yang dijadikan pujaan,
mereka sembah dan mereka takuti, kemudian mempusakakannya kepada
keturunan selaku dongeng dan tradisi yang tak pernah teranalisakan
Demikian berlaku dari satu kelain zaman atas prinsip dan cara
penglaksanaannya sesuai dengan keadaan serta tingkat kesadaran dalam
peradaban.
Sementara itu, ALLAH selaku pencipta yang Kuasa ESA dari
semua yang ada ini senantiasa mengutus RasulNYA kepada setiap ummat
dalam zamannya untuk menyampaikan doktrin hidup yang wajar effektif
di dunia kini dan di akhirat nanti, tetapi masing-masing Rasul itu
selalu ditantang dan dibenci karena berlawanan dengan nafsu,
pengertian, dan tradisi yang berlaku. Untuk mengatasi itu ALLAH
sengaja menurunkan Tawrat dan Injil untuk Bani Israel agar kaum itu
dapat memikirkan secara objektif tentang hidup dan kehidupan, agar
meninggalkan tradisi hidup yang menyesatkan, tetapi manusia itu
terpenganuh oleh kebiasaan lain mereka nyatakan Uzair anak tuhan
karena orang itu telah dapat menghafal sebahagian ayat Tawrat yang
telah dilenyapkan kekuasaan Roma, mereka nyatakan Almasih anak tuhan
tersebab orang ini memperlihatkan keadaan istimewa dan ucapan yang
tak dapat dimengerti umum waktu itu. Dengan begitu hilanglah arti
dan nilai dari Tawrat dan Injil selaku Kitab Suci yang seharusnya
menyelamatkan manusia dari kekeliruan.
Akhirnya diturunkanlah Alquran yang bukan saja berisikan hukum
sosial dalam masyarakat dan pengabdian terhadap Alkhalik tetapi juga
berisikan dasar pokok hukum disegala bidang falsafah dan ilmiah,
fisika dan metafisika. Semua ayatnya berupakan dalil-dalil konkrit
parallel dengan capaian pemikiran logis. berupakan kepungan dan
ramalan bagi setiap gerak sejarah yang berkelanjutan dimulai dari
semenjak penciptaan pertama atas semesta raya itu sampai kepada
waktu penghancuran total atas kehidupan dan diberikutkan dengan
kehidupan kedua di alam kekal nanti yang pasti ada.
Alquran dengan dalil-dalilnya yang positif menimbulkan kepastian
yang disebut keyakinan bagi mereka yang berpengetahuan luas, untuk
mana Alquran beberapa kali meminta tantangan kepada siapa saja di
dunia ini atas sesuatu keterangannya yang mungkin dianggap khilaf
atau salah, apalagi yang berupakan kontradiksi dengan fakta yang
terdapat dalam lingkungan semesta raya ini. Alquran juga memberikan
penjelasan yang adil atas problem yang selama ini diperbantahkan
oleh manusia, dia juga membenarkan Tawrat dan Injil berupa Kitab
Suci dengan doktrin hidup yang sama, malah Alquran memperbaiki
setiap nada ayat yang disalah gunakan dan yang dipalsukan manusia.
Dia mengembalikan Bani Israel kepada keaslian hukum ALLAH selaku
pedoman hidup yang wajar.
(kiriman dari dadearinto@yahoo.com)
Posted at 01:24 am by JKTPLAS
POLYTHEISME DAN TRINITY (2)
POLYTHEISME DAN TRINITY
Alquran tidak memperbedakan Nab-nabi dan Kitab Suci yang
disampaikannya, tetapi menganjurkan kepada setiap diri agar masing-
masingnya melakukan self-koreksi pada setiap gerak tingkahnya zahir
bathin, utama sekali kepada mereka yang telah menyangka berilmu dan
yang mengingini kemajuan dan kebahagiaan dalam masyarakat ramai.
Orang-orang ini nantinya akan merasakan sendiri kebatilan yang
selama ini telah dianggapnya benar dan mereka akan dibawa oleh
Alquran itu kepada suatu tujuan yang selama ini mereka idamkan.
Akhirnya mereka akan menginsyafi secara sadar tanpa dogma bahwa
Alquran itu berisikan Haqqul Mubien yang arti sebenarnya Logika
Konkrit, diturunkan untuk manusia seluruhnya tanpa pilih bangsa dan
warna kulit, dan bukanlah Alquran itu hanya diturunkan untuk
segolongan Arab atau untuk segolongan mereka dengan kulit berwarna.
Akhirnya mereka akan menginsyafi bahwa Alquran itu memang diwahyukan
oleh Pencipta ESA Kuasa yang selama ini mereka cari. Mereka akan
melaksanakan segala hukum Kitab Suci itu secara jujur tidak terpaksa
dan tanpa iri hati serta kecurigaan, karena nyata tidak seorangpun
yang akan beruntung atau merugi dari setiap sikap yang mereka
lakukan kecuali diri sendiri yang berhubungan langsung dengan Tuhan
Pencipta yang senantiasa hidup mengawasi.
Memang logis doktrin hidup yang diajarkan Alquran, bahwa Pencipta
Kuasa itu adalah ESA tanpa serikat, karenanya terdapatlah kesatuan
hukum pada seluruh benda angkasa, berlakulah kestabilan dengan
naluri dan kecukupan seperlunya untuk hidup ujian di dunia kini.
Benda-benda kecil di bidang micro berproses dengan sifat tertentu
permanent begitupun benda-benda besar di bidang macro memperlihatkan
sifat, wujud dan orbit yang telah ditetapkan. Masing-masingnya
berlaku tanpa kontradiksi untuk dulu, kini dan selamanya.
Peningkatan pengetahuan berlaku sesuai dengan apa yang telah
ditetapkan dalam Alquran, semuanya menjurus kepada kesadaran tentang
keesaan ALLAH. Akhirnya DIAlah yang jadi tumpuan dari segala macam
renungan samadi, DIAlah yang didapati selaku ujung dari segala
capaian dan pemikiran.
Setiap ummat dikirimi Rasul yang menyampaikan doktrin yang sama
secorak, ini telah berlaku semenjak adanya masyarakat pertama di
Bumi ini. Diantara sekian banyak Rasul yang telah bertugas hanya
tiga orang saja yang diberi Kitab Suci untuk disampaikan. masing-
masingnya pada jarak waktu beratus tahun.
Hal itu bukanlah berartikan kekurangan ilmu pada Tuhan yang
mengutus, malah memperlihatkan bahwa DIA hidup di segala zaman tanpa
absent. DIA memberikan sesuatu kepada manusia cocok dengan zamannya
dan memang logika manusia itu datangnya berangsur-angsur.
Manusia ini pelupa dan amat lemah dalam berpendirian ditambah
dengan kesibukan sehari-hari dalam mengusahakan kebutuhan hidup,
maka berjalanlah peradaban manusia dengan perkembangan yang lambat.
Sifat itu mempengaruhi hal-hal penting dalam kehidupan, terikatlah
manusia itu dengan kebodohan dan tamak loba dalam lingkungan
sendiri; dia cenderung kepada hal yang lebih dekat menyangkut dengan
dirinya dalam hal yang fact dan konkrit. Semua itu susunan hidup
dengan ketentuan ALLAH pada mana manusia hanyalah pelaku sadar dan
yang tidak sadar atas rencana yang harus terlaksana
Disamping masyarakat yang dengan keinsyafan telah menerima ajaran
yang disampaikan Rasul kepadanya dan kemudian melaksanakan hidup
menurut garis hukum yang diperintahkan ALLAH, maka difihak lain ada
pula golongan manusia yang menantang dengan bermacam cara. Tantangan
itu pada umumnya didasarkan atas tradisi yang berlaku sebagai adat
kebiasaan yang susah dirobah, tetapi pada hakekatnya adalah atas
kebodohan dan kelobaan tadi serta kecenderungannya kepada hal-hal
yang fact dan konkrit disekitar lingkungannya.
Golongan manusia yang kedua ini juga mencari Penguasa Mutlak yang
mempengaruhi jalan hidup dalam sejarah, tetapi dalam mencari itu
mereka memahami fikiran yang disadur oleh rasa dan duga yang membawa
mereka kepada berbagai objek penyembahan yang mereka sangka berkuasa
waktu itu. Diantara mereka ada yang mendewakan Surya dan bintang
karena benda angkasa itulah, menurut anggapan, memberikan kehidupan
kepada manusia dan menentukan nasib. Diantara mereka ada pula yang
menganggap hidup kini dikendalikan oleh dewa-dewa lain yang
abstract, tak kelihatan dan tak dapat diraba, maka untuk dewa-dewa
itu dibikinkan patung selaku perwujudan yang harus disembah dan
dipuja. Kepada dewa-dewa yang dipatungkan itu disajikan hantaran
selaku pengorbanan berbagai bentuk sesuai dengan anggapan yang
dirasakan. Demikian masyarakat itu mempercayai bahwa tuhan yang
berkuasa itu banyak wujudnya dalam keadaan abstract dan konkrit,
terpisah pada bidang kekuasaan masing-masing. Mereka ini berada
dalam doktrin hidup yang dinamakan Polytheisme, bahwa tuhan yang
kuasa itu banyak dan tuhan-tuhan itu harus disembah.
Terang saja ajaran hidup begitu membawa manusia kepada alam fikiran
yang saling bertentangan, tetapi tantangan fikiran itu harus dilipur
dan ditekan dengan perkosaan tradisi, maka tinggallah masyarakat itu
dalam alam fikiran statis tentang hidup. Tetapi ada pula yang
langsung bersifat umum, terjadilah bentrokan dalam masyarakat
setempat, mereka terpecah kepada berbagai golongan yang semakin
memisah. Akhirnya ajaran Polytheisme tadi harus ditinjau kembali dan
diperbaiki sesuai dengan hasil capaian rasa dan pengalaman.
Posted at 01:23 am by JKTPLAS
POLYTHEISME DAN TRINITY (3)
POLYTHEISME DAN TRINITY
Penguasa Mutlak itu pasti ada dan kekuasaannya tidaklah diberikan
kepada benda jumud atau benda mati yang sebenarnya harus patuh saja,
tetapi siapa tuhan itu, dimana dia dan bagaimana rupanya ? Kenapa
hampir setiap rencana manusia dipengaruhi oleh suatu alam gaib yang
tak pernah disadari ? Kehidupan manusia bagaikan harus patuh kepada
nasib yang ditentukan oleh alam gaib itu, oleh karenanya setiap diri
harus merasa takut kepadanya walaupun dia belum pernah dilihat dan
belum pernah diketahui.
Waktu itu timbullah suatu aliran baru yang rasanya lebih benar
daripada doktrin semula, bahwa tuhan yang kuasa itu tetap ada dari
semenjak awalnya. Dia harus disembah, maka untuk membuktikan ada
dirinya, tuhan itu telah melahirkan anaknya pada seorang perawan
tanpa suami. Anak itu dijadikan wakil di Bumi ini dan sementara itu
selaku penghuhung antara tuhan bapak dan tuhan anak, ada lagi ruh
kudus selaku tuhan ketiga. Dengan begitu nyatalah, menurut anggapan
mereka, bahwa tuhan yang kuasa itu tiga orang, ketiganya wajib
disembah, yaitu penguasa gaib yang terbentuk manusia ciptaannya,
penguasa yang jadi penghubung, dan penguasa yang lahir secara nyata
dalam masyarakat manusia. Itulah trinity yang pada mulanya timbul di
daratan besar tanah Asia.
Apakah faham ini trimurti atau trinity, yang terang dia adalah
ajaran yang menyatakan tuhan itu tiga orang, masing-masingnya perlu
diberi nama. Dengan begitu didengarlah nama Brahma, Wisynu dan
Syiwa. Dalam praktek hanyalah Syiwa ini yang memperlihatkan wujudnya
di tengah masyarakat umum, di lahirkan sebagai anak manusia.
Kemudian dia hilang atau meninggal untuk lahir lagi dimasa lain yang
tidak dapat ditentukan. Setiap orang yang menganut faham itu sampai
kini senantiasa mengharapkan kehadiran Syiwa kembali selaku juru
selamat dan selaku penguasa yang berwenang di dunia kini.
Demikian pula berlaku pada agama Kristen dengan faham trinity,
sampai kini penganutnya mengharapkan kedatangan juru selamat untuk
membimbing kehidupan di dunia kini kepada kebahagiaan yang
diidamkan. Agama ini mengajarkan Isa Almasih anak tuhan, tetapi ada
faham diantara penganut agama itu yang menyatakan bahwa Almasih
itulah yang tuhan, dia melahirkan dirinya selaku manusia. Tentang
ini kita sampaikan maksud Ayat Alquran seperlunya
53/23. Bahwa dia itu adalah nama-nama yang kamu namakan padanya,
kamu dan bapak-bapakmu dulu. Tiada ALLAH menurunkan suatu daya
tentang itu, yang mereka ikuti hanyalah dugaan dan apa yang
menjatuhkan dirinya, dan sungguh telah datang pada mereka pertunjuk
dari Tuhan mereka.
5/72. Sungguh kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa ALLAH itu
ialah Almasih anak Maryam, dan telah berkata Almasih itu: Hai Bani
Israel, sembahlah ALLAH, Tuhanku dan Tuhanmu, bahwa siapa yang
menserikatkan pada ALLAH itu maka sungguh ALLAH mengharamkan atasnya
surga, dan tempatnya ialah neraka, dan tiadalah bagi orang zalim itu
dari penolong.
5/73. Sungguh kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa ALLAH itu
yang ketiga dan yang tiga, dan tiadalah tuhan selain Tuhan yang ESA,
dan jika mereka tidak berhenti tentang apa yang mereka katakan, akan
menyentuhlah pada orang-orang kafir dari mereka itu siksaan yang
pedih.
Pada pokoknya perpindahan kepercayaan dari Polytheism kepada Trinity
mempunyai dua unsur yang saling menyokong, dan praktis berlaku
dizaman pra-ilmiah yaitu sebelum datangnya Alquran.
1 . Faham Polytheism yang mengajarkan bahwa tuhan itu banyak. dengan
wujud benda konkrit dan dewa-dewa, telah memperlihatkan keadaan yang
bertentangan dalam pengalaman, malah benda konkrit itu patuh saja
kepada kemauan manusia dan dewa-dewa banyak yang berkuasa itu tidak
dapat diyakinkan. Namun penguasa mutlak pasti ada, maka tentunya ada
tiga penguasa dalam kehidupan kini: yaitu penguasa dalam gaib,
penghubung, dan penguasa yang menjelma selaku pembuktian adanya
penguasa gaib.
2. Pribadi yang kebetulan berkuasa dalam pemerintahan tidak merasa
senang dengan Polytheism karena ajaran ini menghilangkan wewenangnya
selaku pimpinan yang berkuasa dalam masyarakat. Untuk itu haruslah
ada synthese yang menyalurkan kepercayaan adanya kekuasaan gaib.
Untuk itu Trinity adalah satu-satunya doktrin wajar dengan mana
penguasa setempat dapat berkuasa penuh dengan menyatakan dirinya
selaku Syiwa. Dengan Trinity itu tercapailah keinginan pribadinya
selaku pemegang kekuasaan penuh dan absolut dalam kehidupan di dunia.
Hal yang demikian praktis berlaku disemua tempat di muka Bumi ini
karena dia sejalan dengan gejala fikiran waktu itu disatu fihak
masyarakat mempercayai adanya penguasa gaib yang menjelma jadi
manusia lalu menjalankan kekuasaannya dalam masyarakat ramai. Dilain
fihak penguasa setempat membutuhkan kekuasaan penuh di tengah
masyarakatnya. Begitu yang berlaku pada raja di zaman Ibrahim, pada
Firaun di zaman Musa, dan pada setengah raja-raja lainnya diantara
masyarakat manusia. Jika diantara mereka tidak berani mengatakan
dirinya tuhan atau anak tuhan, minimal mereka menyatakan dirinya
ningrat dan adanya perbedaan kasta di tengah masyarakat. Masing-
masingnya dinyatakan jadi Syiwa, diakui oleh masyarakat yang
dikuasainya, atau dengan berbagai nama lain dan minimal dengan
ningrat, yang sebenarnya adalah dugaan semata.
Adanya Syiwa atau wakil tuhan sebagai yang diresmikan, diterima oleh
masyarakat setempat karena manusia senantiasa menunggu kedatangannya
selaku juru selamat, karenanya terlaksanalah ajaran Trinity pada
masa yang sangat panjang dalam sejarah manusia. Antara Syiwa dan
manusia ramai terdapat kegiatan yang saling menguatkan, hingga
kedatangan Musa dengan Tawrat dan Almasih dengan Injil kepada Bani
Israel untuk menyampaikan agama Tawhid, menghadapi tantangan yang
amat besar. Pertamatama tersebab Tawrat dan Injil itu hanya
ditujukan buat Bani Israel semata dan hal ini menimbulkan kecurigaan
pada masyarakat lain lalu menganggap kedua Kitab Suci itu palsu,
Kedua, ialah karena memang ajaran Trinity telah sangat berpengauh.
dalam tradisi.
Sebagai bukti tentang berkembangnya faham Trinity diantara manusia,
banyak sekali contoh tertulis yang dapat kita kemukakan, tetapi
untuk menjaga kemurnian uraian ini sengaja kita tidak mencampurkan
soal lain kecuali apa-apa yang terkandung dalam ayat suci, diantara
lain perhatikanlah maksud Ayat Alquran di bawah ini:
11/62. Mereka berkata: Hai Shalih, sungguh engkau hidup bersama kami
sebelum ini Apakah engkau melarang kami untuk menyembah apa yang
disembah oleh bapak-bapak kami? Sungguh kami dalam keraguan tentang
apa yang engkau serukan kepada kami agar patuh kepadanya.
2/258. Tidakkah engkau perhatikan (raja) yang membantah Ibrahim
tentang Tuhannya karena dia diberi ALLAH kerajaan? Ketika berkata
Ibrahim: Tuhanku ialah yang menghidupkan dan yang mematikan. Berkata
raja itu: aku juga menghidupkan dan mematikan. Berkata Ibrahim:
Bahwa ALLAH mendatangkan Surya dari timur maka datangkanlah dia dari
barat. Ketika itu terpesonalah orang kafir itu, dan ALLAH tidak
menunjuki kaum yang zalim.
9/30 s/d 9/32. Dan berkatalah orang-orang Yahudi: Uzair itu anak
ALLAH. Dan berkata orang-orang Nashara: Almasih itu anak ALLAH.
Demikianlah perkataan mereka dengan mulut mereka menghidupkan
perkataan orang-orang kafir dulunya, maka ALLAH menjadikan mereka
saling berperangan, betapa mereka hendak dipalingkan. Mereka
mengambil pembesar-pembesar mereka dan guru-guru agama mereka selaku
tuhan-tuhan selain ALLAH. Begitupun Almasih anak Maryam mereka
jadikan tuhan. Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk
menyembah Tuhan yang ESA. Tiada tuhan selain DIA. Mahasuci DIA
tentang apa yang mereka serikatkan. Mereka hendak memadamkan NUUR
ALLAH dengan mulut mereka, tetapi ALLAH menolaknya malah
menyempurnakan NUURNYA sekalipun orang-orang kafir itu merasa benci.
Walaupun ALLAH senantiasa mengirim RasulNYA kepada setiap bangsa
dengan menyampaikan agama Tawhid bahwa penguasa itu adalah ESA dan
senantiasa dalam alam gaib. bahwa semua benda konkrit ini ialah
ciptaanNYA untuk kebutuhan hidup ujian manusia yang sederajat, hanya
dilebihkan menurut tingkat iman dan ilmunya, tetapi ajaran itu hanya
berjalan sementara dan kemudian pada umumnya manusia itu kembali
menurutkan tradisi lama dicampur dengan duga dan rasa, hiduplah
kembali Trinity dengan subur dari suatu kelain zaman.
Posted at 01:21 am by JKTPLAS
POLYTHEISME DAN TRINITY (4)
POLYTHEISME DAN TRINITY
Keadaan yang demikian bersesuaian dengan sinyalemen Alquran yang
menyatakan bahwa perkembangan peradaban manusia berlaku secara
bertingkat. parallel dengan kesadaran yang dicapainya, pada mana
Rasul yang diutus ALLAH menyampaikan ajaran hidup hanya pada pokok
ilmu yang mungkin diterima oleh daya fikir masyarakat setempat
sekalipun Rasul itu telah mengetahui rahasia-rahasia alam, kejadian
dan perwujudannya, serta naluri dan tenaganya yang mungkin disadari
oleh manusia dipengujung zaman nantinya.
Adam dan Isa Almasih mengerti cari penerbangan antar planet yang
nantinya pasti terlaksana oleh cucu-cucunya di akhir zarnan; Noah
dan Ibrahim mengerti sepenuhnya tentang fungsi topan besar yang
menenggelamkan permukaan seluruh planet, waktu mana Bumi mengalami
perpindahan pula Rawasianya dari Makkah-Docei ke Arctic-Antarctic
kini; tetapi semua itu disimpan terus oleh Rasul-Rasul itu karena
tidak mendapat keizinan dari ALLAH. malah menyampaikan hal-hal yang
hanya mungkin diterima oleh masyarakatnya waktu itu.
Ada dua alasan yang menyebabkan keizinan itu tidak diberikan kepada
mereka, yaitu agar para Rasul itu tidak dikatakan gila seratus
persen oleh masyarakatnya yang pra-ilmiah, juga agar peningkatan
pengetahuan berjalan parallel dengan kesadaran masyarakat
berdasarkan kausalita dan logika. ALLAH membukakan pengetahuan
manusia secara bertahap dinyatakan selaku pertanda yang selain
dihadapkan sebagai ransangan. Demikian Alquran dengan Ayat Suci dari
berbagai pokok problem mengemukakan, termasuk persoalan Ibrahim
dengan mirajnya.
6/75. Dan begitulah Kami perlihatkan kepada Ibrahim kerajaan
planet-planet dan Bumi ini agar dia jadi orang yang dapat kepastian.
2/105. Tidaklah Kami hilangkan dari suatu pertanda atau Kami lupakan
dia, malah Kami datangkan yang lebih baik daripadanva atau
seumpamanya. Tidakkah engkau ketahui bahwa ALLAH atas tiap sesuatu
menentukan?
2/143. Itulah ummat yang telah berlalu, baginya apa yang mereka
kerjakan, dan bagimu apa yang kamu lakukan, tidaklah kamu ditanyai
tentang apa yang mereka perbuat.
40/78. Dan sungguh telah Kami utus sebelum engkau beberapa Rasul,
diantara mereka ada yang Kami kabarkan kepadamu dan setengahnya
tidak Kami kabarkan kepadamu. Dan tiada tugas bagi seorang Rasul itu
untuk mendatangkan suatu pertanda kecuali dengan izin ALLAH. Maka
apabila telah datang perintah ALLAH (pada zaman tertentu) maka
terlaksanalah dia secara logis, dan merugilah waktu itu orang-orang
batal.
54/49. Bahwa tiap sesuatu Kami ciptakan dia dengan suatu ketentuan.
Tentang ini St.John juga memberitakan dengan nada yang bersamaan:
3 :12 If I told you earthly things, and ye believe not, how shall
ye believe, if I tell you of heavenly things ?
Artinya : Kalau aku telah menerangkan padamu benda-benda Bumi, dan
kamu tidak mempercayainya, bagaimana pula kamu dapat percaya jika
aku terangkan padamu tentang benda-benda planet lain?
Bani Israel, yang kepadanya banyak sekali Ayat Alquran ditujukan
disebabkan bangsa-bangsa ini telah melalui sejarah yang amat panjang
dimana Nabi-nabi banyak dilahirkan dan daripadanya diharapkan
peningkatan kemajuan dengan penemuan-penemuan baru dalam peradaban,
juga mengalami keadaan yang sama bahwa kepada mereka disampaikan
ajaran Tawhid tetapi kemudian mereka kembali kepada faham Trinity
dengan menyatakan Uzair dan Almasih anak ALLAH. Hal itu akan
berlangsung terus sampai pada waktu mereka menemui fakta nyata bahwa
memang tuhan itu tidak beranak dan bukanlah Uzair dan Almasih itu
anak tuhan, dan ini akan ada realitanya diwaktu mereka telah
melakukan penerbangan antar planet dalam peradaban modern. Ketika
itu insyaflah mereka bahwa semua planet itu bermanusia dimana juga
tentu berlaku faham Trinity yang menyatakan tuhan itu beranak
didasarkan atas dugaan semata.
Israel adalah Yakub anak Ishak, maka anak Yakub yang duabelas orang
jadi kepala persukuan Bani Israel. Duabelas saudara itu dilahirkan
di Palestina termasuk Yusuf yang kemudian membawa ibu bapaknya serta
semua saudaranya ke Mesir. Pada mulanya mereka hidup senang di
negeri itu dimana Yusuf jadi Menteri Perekonomian. Tetapi setelah
Yusuf meninggal dunia, Bani Israel itu mengalami perubahan hidup.
Mereka ditindas oleh penduduk Mesir yang mayoritas. Waktu itu
lahirlah Musa selaku Nabi yang menyampaikan Tawrat dan Kitab Suci
pertama. ALLAH memerintahkan Musa dan Nabi Harun yang juga Bani
Israel untuk membawa kaumnya kembali ke Palestina guna melepaskan
diri dari kekejaman Firaun raja Mesir. Hal ini terlaksana dengan
melalui Laut Merah bahagian utaranya yang kebetulan jadi kering pada
suatu malam, sebaliknya menenggelamkan Firaun bersama tentaranya
yang memburu Bani Israel dari belakang.
Sejarah bangsa itu berjalan terus, lahirlah Daud dan Suleman selaku
Nabi-nabi kebanggaan. Kedua Nabi itu telah meninggikan nama Bani
Israel dan membangun Palestina sebagai kota indah. Tetapi pada tahun
586 sebelum Almasih, mereka diperangi oleh Nebukadnezar yang
meruntuh seluruh bangunan kota itu. Seluruh Bani Israel digiring
secara paksa ke Babilon untuk diperlakukan sebagai budak dan hamba
sahaya. Dalam pada itu seorang yang bernama Uzair, yang oleh Bible
disebut Ezra, diwaktu hendak meninggalkan reruntuhan Palestina, atas
imannya kepada ALLAH rnenengadahkan kepala mengadukan nasib kaumnya
kepada yang Kuasa ESA. Bibirnya bergerak mengucapkan: betapa caranya
ALLAH hendak membangun kembali negeri yang telah rubuh ini?.
Alquran.
2/259. Atau tidakkah engkau perhatikan orang (Uzair) yang berjalan
di atas reruntuhan negeri yang telah jatuh kerajaannya itu? Dia
berkata: bagaimanakah ALLAH menghidupkan kembali semua ini sesudah
matinya? maka ALLAH mematikannya seratus tahun, kemudian
membangkitkannya hidup kembali, lalu berkata: Berapa lamakah engkau
tinggal disana ? Uzair menjawab aku tinggal sehari atau setengah
hari.Tuhan berkata: Tetapi engkau telah tinggal disana seratus
tahun. Lihatlah hemarmu, dan agar Kami jadikan engkau selaku
pertanda bagi manusia ramai. Dan perhatikanlah betapa Kami susun
kembali tulang-tulangnya kemudian Kami bungkus dengan daging. Maka
ketika sudah terang baginya, dia (Uzair) berkata: aku tahu
sebenarnya bahwa ALLAH itu atas tiap sesuatu menentukan.
Peristiwa berlangsung terus menerus merobah sejarah Bani Israel.
Setelah 70 tahun mereka hidup melarat di Babilon, Cyrus raja Parsia
menang perang lalu memerintahkan agar seluruh Bani Israel yang
tinggal di Babilon harus dikembalikan ke Palestina bersama harta
bendanya yang mungkin dibawa. Pemindahan ini dilaksanakan menurut
kehendak Cyrus, kemudian raja ini digantikan oleh Darius, Ahasuerus
dan Artaxerxes yang memerintahkan Nehemiah membangun kembali gedung-
gedung yang telah runtuh di Palestina.
Waktu itulah Uzair dibangunkan ALLAH sesudah 100 tahun tertidur
disuatu tempat reruntuhan. Demikian ALLAH memperlihatkan kuasaNYA
bahwa nanti seluruh manusia ini sesudah matinya akan dihidupkan
kembali dalam alam kekal tanpa rubah. Keterangan lengkap tentang ini
dapat dibaca dalam Bible Kitab Chronicles II ayat 36:27 sampai pada
akhir kitab Nehemiah.
Orang dapat memahami bahwa Bani Israel, selama di Babilon,
diberlakukan sebagai budak, semua harta bendanya dirampas, dan
Tawrat yang disampaikan oleh Musa dibakar habis hingga tidak
seorangpun dari Bani Israel mengetahui isi Kitab Suci itu lagi
apalagi untuk menghafalnya. Selaku ummat yang mempusakai agama
Tawhid semenjak Ibrahim, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Daud dan
Suleman, tentunya ada diantara Bani Israel itu yang sangat
membutuhkan satu kitab suci, lalu mengharapkan agar didapat satu
berkas peninggalan Tawrat diantara reruntuhan Palestina itu atau
ALLAH sengaja menurunkan Kitab Suci lain bagi penggantinya.
Waktu itulah muncul Uzair seorang yang hafal Tawrat seluruhnya lalu
membacakan semua ayat suci itu dari kitab itu yang memang telah
ditentukan ALLAH tanpa kesalahan. Hal ini dianggap ajaib dan memang
luar biasa, padahal Uzair merasa tertidur sebentar saja, dan
karenanya praktis dia sempat mengucapkan ayat-ayat Tawrat yang
dihafalnya selama ini. Hal demikian akan berlaku pola pada setiap
diri diwaktu bangun di akhirat nanti; masing-masing dapat mengenang
riwayat hidupnya di dunia kini, sekalipun masa telah berlalu jutaan
tahun. Bani Israel berbesar hati dengan syukur kepada ALLAH, tetapi
sebaliknya mereka beranggapan dan menyatakan Uzair itu anak tuhan
dengan faham Trinity.
Alasan bagi Bani Israel untuk menyatakan Uzair anak tuhan ialah
karena disamping orang itu telah memperlihatkan keadaan dan
kesanggupan istimewa, juga kaum itu selama 100 tahun telah dididik
dan dibesarkan dalam masyarakat yang menganut ajaran Trinity. Maka
pudarlah kembali faham ketawhidan yang terkandung dalam Tawrat, dan
dirobahlah ayat-ayatnya dengan istilah yang cocok menurut kemauan
ummat serta faham yang dianutnya.
Posted at 01:18 am by JKTPLAS
POLYTHEISME DAN TRINITY (5)
POLYTHEISME DAN TRINITY
Dalam keadaan begitu ruwet di bidang kepercayaan, Bani Israel
senantiasa diperangi dan dijajah berganti-ganti oleh kerajaan Roma
dan Parsia yang menganut agama Trinity. Pada tahun 219 sebelum
Almasih, mereka dijajah oleh Antiochus, tahun 65 sebelum Almasih
oleh Pompey, tahun 37 sebelum Almasih oleh Nerod, semuanya memaksa
Bani Israel menganut faham Trinity. Sementara itu ALLAH tetap juga
mengutus RasulNYA untuk memperbaiki kepercayaan ummat.
Tampillah Zakariya dan Yahya dengan menyampaikan agama Tawhid sesuai
dengan ajaran hidup yang dipusakakan Musa terkandung dalam Tawrat,
tetapi Rasul itu mendapat tantangan dengan berbagai alasan. Pada
waktu itulah Isa Almasih dilahirkan oleh Maryam anak Imran, sesudah
besarnya menyampaikan Injil berisikan wahyu suci dari ALLAH. Dia
bertugas melanjutkan ajaran Tawhid serta memperbaiki ajaran Tawrat
yang sudah dikaburkan dengan kalimat saduran. Nabi ini menghadapi
tantangan hebat, bukan saja dari penjajah Roma yang menguasai
Palestina tetapi juga dari kalangan Bani Israel sendiri. Amat
sedikitlah orang yang mempercayainya secara wajar waktu itu.
Kemudian sesudah Almasih berangkat dari Bumi dimana dia dilahirkan
tak pernah disalib dan dimana dia tak pernah mati, timbullah
anggapan terhadapnya
1. Bahwa Almasih itu anak tuhan, sesuai dengan agama kekuasaan yang
menjajah Palestina waktu itu.
2. Bahwa Almasih itu penghasut rakyat untuk berontak terhadap
kekuasaan Roma yang menjajah Palestina.
3. Almasih itu bermaksud jadi raja pada Bani Israel.
4. Almasih itu memang Rasul yang menyampaikan Injil meneruskan
ajaran hidup yang disampaikan Musa.
Tentang ini, Alquran menerangkan :
4/159. Dan dari ahli kitab itu tiada yang beriman dengannya kecuali
sebelum matinya Rasul itu, (diluar Bumi). Dan pada hari kiamat nanti
dia akan jadi saksi atas mereka.
Orang yang percaya bahwa Almasih itu Rasul ALLAH waktu itu sedikit
sekali, semua orang itu meninggal dunia lebih dulu daripada
meninggalnya Almasih di luar Bumi ini selaku manusia biasa
Seperlunya kita kutipkan ayat Injil dalam Bible yang bersangkutan
dengan hal itu:
St. Mark.
12:29.And Jesus answered him, The first of all commandments is, Hear
0 Israel,. The Lord our God is one Lord.
12:29.Dan Jesus menjawab padanya, Yang pertama dari semua perintah
adalah, Dengarlah wahai Israel, Lord yaitu Tuhan kita adalah Lord
yang satu.
St. John.
15 21 But all these things will they do unto you for my name sake,
because they know not HIM that sent me.
15:21.Tetapi semua benda ini akan mereka lakukan terhadapmu untuk
kepentingan namaku, karena mereka tidak mengetahui Dia yang mengutus
aku.
15:25.But this cometh to pass, that the word might he fulfilled that
is written in their law, they hated me without a cause.
15:25.Tetapi hal ini datang dan berlalu, bahwa perkataan itu baru
terlaksana yang tertulis dalam hukum (Tawrat) mereka, mereka
membenci aku tanpa sebab.
Isa Almasih senantiasa menyatakan dirinya anak manusia, dia tidak
pernah menyebutkan dirinya anak tuhan. Tuhan itu ESA tanpa serikat,
seorang yang beranak bukanlah tuhan. Bahwa yang paling utama dari
seluruh perintah ialah meyakinkan Tuhan itu ESA. Kesalahan
pengertian tentang keesaan Tuhan akan menimbulkan kesalahan pula
dalam akidah kaidah. Tetapi kebanyakan orang menganggapnya anak
tuhan dan setengahnya merasa dengan anggapan begitu mereka
memuliakan Almasih, malah akibatnya, menimbulkan kebencian terhadap
Nabi itu sejalan dengan kebencian kekuasaan Roma terhadapnya. Itulah
yang dikatakan Almasih bahwa dia dibenci tanpa sebab yang syah,
tanpa alasan nyata.
Bani Israel waktu itu telah salah terima tersebab keistimewaan
keadaan yang diperlihatkan Almasih, juga tersebab mereka semenjak
lama dipengaruhi oleh faham Trinity malah yang dipaksakan kepada
mereka selaku agama yang harus dipatuhi. Mereka mempercayai bahwa
alam semesta ini dikuasai oleh tiga tuhan, yang ada pada mulanya
dinamakan Brahma, Wisynu dan Syiwa. Istilah Trimurti menurut suatu
istilah atau juga yang dinamakan Trinity dalam istilah lain.
Hanya sedikit perbedaan antara Trimurti dan Trinity, bahwa Trimurti
beranggapan Wisynu dan Syiwa adalah tuhan-tuhan yang berupa manusia
dilahirkan oleh ibunya tetapi berlainan tugas antara ilmu yang
disampaikan dan kekuasaan dalam masyarakat. Wisynu menyampaikan
ajaran hidup yang patut dilakukan sedangkan Syiwa melaksanakan
kekuasaan dalam kehidupan didunia kini. Sebaliknya Trinity
memberikan gambaran yang meragukan tentang Wisynu dan Syiwa:
Setengah penganutnya beranggapan Maryam yang melahirkan Almasih,
itulah yang Wisynu dan Almasih sendiri adalah Syiwa. Setengahnya
menganggap Ruh Kuduslah yang Wisynu yaitu yang menyampaikan firman
atau pokok ilmu kepada manusia. Dan dalam menentukan Ruh Kudus
itupun terdapat pula berbagai aliran yang berbeda, setiap aliran
memberikan keterangan dengan dalilnya sendiri. Maka akhirnya dalam
kalangan penganut Trinity itu populerlah dua tuhan saja, yaitu tuhan
bapak dan tuhan anak.
Praktis saja faham Trinity ini tidak dapat benar-benar membuktikan
adanya tiga tuhan berkuasa sekaligus, apalagi istilah tiga dalam
satu, satu dalam tiga. Utama lagi selama dalam perkembangannya, Bani
Israel selalu berada di bawah kekuasaan asing waktu mana mereka
tidak sempat menentukan mana yang Wisynu dan mana yang Syiwa.
Berbeda dengan perkembangan Trimurti yang mencakup keilmuan dan
kekuasaan sekaligus dipunyai oleh suatu kerajaan atau suatu bangsa
yang menganut ajaran hidup itu.
Semua itu adalah agama dimasa pra-ilmiah dimana logika wajar belum
terwujud dalam alam fikiran. Polytheism telah menimbulkan Trinity,
dan inipun berkembang secara kabur tentang wujud sebenarnya dari
tuhan yang tiga, karenanya timbullah falsafah hidup selaku akibat
seiringan dengan falsafah yang berlaku sebelumnya, sampai kini masih
berkembang diantara masyarakat manusia
1. Kalangan Yahudi yang tetap mengatakan Uzair anak tuhan.
2. Kalangan atheism yang menyatakan tuhan itu tidak ada sama
sekali. Pengakuan tentang adanya tuhan hanyalah ketakutan, kebodohan
dan kelobaan.
3. a. Kalangan Nashara yang menyatakan Almasih anak tuhan. Rum-
Katholik menganggap Bible itu ditulis di bawah ilham Ruh Kudus dan
tuhan sendiri yang mengarangnya, maka seluruh Ayat Bible itu adalah
ayat suci.
b. Kalangan Protestant menyatakan Kitab Suci ialah berbahasa asli,
Bible yang ada sekarang sudah banyak dicampuri saduran oleh manusia.
Kalangan ini dinamakan dengan Gerakan Refontrasi, dimulai dari abad
15 Masehi.
c. Gerakan Modernisasi dalam Nashana yang dimulai pada akhir abad
19 Masehi dengan ajaran bahwa Jesus itu adalah manusia biasa dengan
tugas Rasul. Tuhan ialah yang ESA di alam gaib. Bukanlah tuhan itu
tiga. Doktrin tentang dosa warisan dari Nabi Adam dan penebusan
dosa serta kebangkitan Jesus kembali harus ditinjau menurut
wajarnya.
Untuk membuktikan bahwa Trinity yang berkembang dengan dasar Bible
telah berasal dari Polytheism semenjak dulunya, orang dapat
memperhatikan betapa kaburnya pengertian istilah Lord dan God dalam
Bible itu sendiri. Begitupun gambaran sejarah manusia yang termaktub
dalam Bible itu mengungkapkan bahwa agama dulunya adalah Polytheism
dimusnahkan dengan faham Trinity yang memang sudah berkembang
semenjak zaman Ibrahim. Bible tidak menyebutkan betapa faham agama
yang berlaku pada masyarakat Firaun, sedang penyaliban dizaman Isa
Almasih memberikan persamaan tentang hukuman yang berlaku. Dan dari
itu pula Bible tidak pernah menggambarkan betapa perjuangan Ibrahim
menantang kekuasaan raja yang beragama Trinity.
Sebagai contoh juga cobalah perhatikan betapa seorang wanita tukang
sihir di zaman Daud telah sanggup menghidupkan Samuel yang telah
mati, kemudian Samuel itu bercakap dengan raja Samuel tentang
kekuasaan :
Bible Samuel I
25:1. And Samuel died : and all the Israelites were gathered
together, and lamented him, and buried him in his house at Ramah.
And David arose, and went down to the wilderness of Paran.
Alkitab Semuel I:
25:1. Sebermula, maka matilah Semuil, lalu berhimpunlah segenap
orang Israel menatapkan dia dan dikuburkannya dalam rumahnya di
Rama. Maka berangkatlah Daud, lalu turun ke padang Paran.
28:10.And Saul sware to her by the Lord, saying, As the Lord liveth,
there shall no punishment happen to thee for this thing.
28:10.Maka bersumpahlah Paul kepadanya demi Tuhan, katanya:
Demi Tuhan yang hidup, sekali-kali, tiada engkau akan mendapat susah
oleh sebab perkara ini.
28:11.Then said the woman, Whom shall I bring up unto thee ? And he
said, Bring me up Samuel.
28:11.Maka kata perempuan itu : Siapa hendak kubangkitkan akan
dikau ? Maka sahutnya: Bangkitlah akan daku Semuil.
28:12.And when the woman saw Samuel, she cried with a loud voices:
and the woman said unto Saul, saying Why thou deceived me ? for thou
art Saul.
28:12.Demi terlihatlah perempuan itu akan Semuil, maka berteriaklah
ia dengan nyaring kepada Saul: Mengapa tuanku mendustai patik ?
karena tuanku ini Saul juga.
28:13. And the king said unto her, Be not afraid : for what sawest
thou'? And the woman said unto Saul, I saw Gods ascending out of the
earth.
28:13.Maka titah baginda kepadanya : Janganlah engkau takut; apa
gerangan yang engkau lihat ? Maka sembah perempuan itu kepada Saul :
Patik melihat ada dewa berbangkit dari dalam Bumi.
28:14.And he said unto her, What form is he of ? And she said, An
old man cometh up, and he is covered with a mantle. And Saul
perceived that is was Samuel, and he stooped with his face to the
ground, and bowed himself.
28:14.Maka titahnya kepadanya: Bagaimana rupanya ? Maka sembah
perempuan itu Adapun yang bangkit itu seorang tua yang berselubung
kain selimut Serta diketahui Saul, bahwa ia itu Semuil, maka
tunduklah ia dengan mukanya sampai ke Bumi lalu sujud.
28:15.And Samuel said to Saul, Why hast thou f'tsquisted me, to
bring me up ? And Saul answered, I am sore distressed for the
Philistines make war against me, and God is departed from me, and
answered me no more, neither by the prophet, nor by dreams therefore
I have called thou that thou mayest make known unto me what I shall
do.
28:15.Maka kata Semuil kepada Saul : Mengapa maka engkau mengusik
daku ? dengan membangkitkan aku ? Maka kata Saul : Bahwa aku dalam
ketakutan sangat, karena orang Pilistin berperang dengan aku, maka
ALLAH sudah undur daripadaku, tiada ia memberi jawab lagi akan daku,
baik dengan lidah nabi atau dengan mimpi, maka sebab itu aku sudah
memanggil engkau supaya engkau memberi tahu aku barang yang patut
kuperbuat.
Cerita pendek di atas ini memperlihatkan betapa susahnya untuk dapat
mengerti tentang maksud istilah Lord dan God. dicampur lagi dengan
istilah gods yang oleh Alkitab diartikan dengan Dewa-dewa. Disamping
cerita itu sangat susah untuk dapat diterima akal selaku peristiwa
yang telah terjadi, juga menimbulkan pengertian bahwa Bible membawa
pembacanya kepada suatu faham bahwa Lord dan God itu adalah tuhan
yang berbeda. God berartikan tuhan. yang maha kuasa, sedangkan Lord
berartikan tuhan yang pernah hidup selaku manusia tetapi selamanya
hidup dalam alam gaib, dan gods adalah tuhan-tuhan yang kecil
pengaruhnya di antara masyarakat.
Saul selaku raja dari Bani Israel yang mulanya mendapat kekuatan
yang diberikan ALLAH kepadanya, telah datang kepada tukang sihir
untuk membangkitkan mayat Semuil yang waktu hidupnya jadi Nabi.
Semuil ini dibangkitkan dari kuburnya oleh tukang sihir itu lalu
bercakap-cakap dengan Saul. Hal ini memberikan nilai bahwa tukang
sihir lebih kuasa daripada seorang Nabi, pada mana Bible memberikan
ajaran yang ngawur. Ditambah lagi dengan sumpah Saul kepada
perempuan tukang sihir itu atas nama Lord yang hidup, tentu
dimaksudkannya Jesus, memperlihatkan kontradiksj diantara ayat Bible
sendiri dan tidak pernah meralatnya. Padahal Musa di dalam Tawrat
dan Almasih dalam Injil telah melarang orang bersumpah kecuali
dengan nama Tuhan yang Mahakuasa. Itupun tercatat dalam :
Bible: Leviticus:
19:12.And ye shall not swear by my name falsely, neither shalt thou
profane the name of thy God : I am the Lord.
AIkitab: Lewi:
Dan jangan kamu bersumpah demi namaku, karena demikian kamu
menghinakan nama ALLAHmu: Bahwa Akulah Tuhan.
St. Matthew
5:33.Again, ye have heard that it hath been said by them of old
time, thou shalt not forswear thyself but shalt perform unto the
Lord thine oaths.
Matius:
5:33.Lagi pula kamu sudah mendengar barang yang dikatakan kepada
orang dahulu kala: Janganlah engkau bersumpah dusta, melainkan
wajiblah engkau menyampaikan kepada Tuhan segala sumpahmu itu.
5:34.But I say unto you, Swear not at all, neither by heaven, for it
is God's throne.
5:34.Tetapi aku ini berkata kepadamu Janganlah sekali-kali kamu
bersumpah, baik demi langit, karena ia itu arasy ALLAH.
Alkitab telah memberikan terjemah lain tentang Leviticus 19:12
karena artinya secara langsung ialah: Dan kamu tidak akan bersumpah
secara palsu dengan namaKU, begitupun kamu tidak akan mengotori nama
Tuhanmu? Akulah yang kuasa (bersumpah dengan nama sendiri).
Nampaknya Alkitab sengaja merobah maksud ayat itu untuk
menghilangkan ajaran Tawhid yang terkandung kepada ajaran Trinity.
Kalau orang meninjau maksud ayat Bible, dapat dilihat bahwa
bersumpah haruslah dengan nama ALLAH yang ESA sendirinya, tidak
boleh bersumpah atas nama sendiri seperti juga tersebut pada St.
Matthew 5:33 begitupun tidak boleh atas nama benda angkasa, sesuai
dengan ajaran Alquran, tetapi oleh Alkitab nampaknya diputar
belitkan hingga dengan Jesuslah orang dibolehkan bersumpah. Hal itu
lebih nyata kelihatan pada Matius 5:33 dimana tidak disebutkan
larangan bersumpah atas nama sendiri malah diwajibkan menyampaikan
segala sumpah kepada tuhan yang maksudnya ialah Jesus.
Posted at 01:16 am by JKTPLAS
|