<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31



Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


rss feed


Sunday, July 24, 2005
Muslim Consumer Group


Posted at 07:57 pm by JKTPLAS
Make a comment

Friday, May 27, 2005
Penafsiran dan Ciri-Ciri AlQur'an [fr: Struggling To Surender]

Ketika seorang muslim membaca AlQur’an dalam bahasa Arab, ia menemukan keindahan, hubungan logis, dan hikmat yang transenden. Banyak pembaca non-muslim, yang bersandar pada terjemahan, menggambarkan bahwa AlQur’an tidak memiliki hubungan logis, tidak menimbulkan inspirasi dan penuh dengan keburukan. Salah satu sumber persepsi yang berbeda secara radikal itu adalah bahwa sebagian penerjemah masa lalu dan sekarang adalah orientalis atau ahli-ahli Barat yang telah menguasai tata bahasa Arab. Tetapi, bagi sebagian besar penerjemah itu, bahasa Arab tidak pernah menjadi bahasa yang hidup. Disinilah sumber dari seluruh permasalahannya, karena penguasaan tata bahasa dan pengetahuan mengenai sastra Arab “tidak dapat memberi roh bahasa itu kepada penerjemah yang lepas dari kelompok masyarakat yang sulit dikenal itu. Roh bahasa ini hanya dapat diperoleh dengan tinggal dan hidup di dalam kelompok masyarakat tersebut”. (Muhammad Asad: The Road to Mecca-Gibraltar: Dar Al Andalus, 1980).

 

Bahasa Arab AlQur’an yang menggunakan gaya bahasa eliptis (sering disebut I’jaz oleh para filologi Arab), terus dipertahankan  dan dipahami dengan sangat tepat oleh orang-orang Badui di semenanjung Arab, baik pada masa Nabi Muhammad SAW maupun pada abad-abad berikutnya. Bahkan orang2 Islam Arab yang lahir di luar tradisi itu mengalami kesulitan dengan banyak ayat di dalam kitab suci mereka. Rintangan yang ditemui ketika berusaha menerjemahkan AlQur’an kedalam bahasa asing lebih besar lagi. Tafsir yang dibuat Asad mengandung kemajuan penting dalam mengatasi beberapa masalah ini, dan terjemahan serta komentar Yusuf Ali barangkali adalah yang paling banyak dibaca oleh orang-orang Islam yang berbahasa-ibu Inggris. Banyak orang memilih hasil terjemahan Marmaduke Pickthall, karena terjemahannya sangat dekat dengan baahsa harfiah AlQur’an. Tetapi bagi semua orang Islam, AlQur’an menampilkan wahyu-wahyu Allah. Oleh karena itu, setiap penerjemahan ke dalam bahasa lain secara apriori tidak sempurna dan, dalam kesimpulan akhir, karya itu bukanlah AlQur’an ataupun terjemahan AlQur’an, tapi hanya PENAFSIRAN.

 

Seorang pembaca yang memiliki latar belakang Yahudi dan Kristen (perspektif Yudeo Kristen), yang merupakan kebanyakan mualaf Barat, pada awalnya menghadapi tiga ciri AlQur’an yang sangat bertentangan dengan apa yang mereka pandang sebagai kitab suci.

 

Ciri pertama adalah bahwa AlQur’an merupakan sebuah wahyu yang sifatnya personal, dalam arti bahwa, selain tujuh ayat pertama yang mengungkapkan permohonan untuk mendapat petunjuk Ilahi, perspektif AlQur’an adalah selalu Allah yang berbicara kepada manusia. Contohnya:”Hai hamba-hambaKu, yang melampaui batas terhadap diri sendiri, jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah” (QS39:53). Bahkan, ketika AlQur’an mengajarkan sebuah do’a kepada pembacanya, AlQur’an seringkali memulai dengan memerintahkan pembacanya untuk secara harfiah “mengatakannya”, seperti di dalam,”Katakanlah: aku berlindung kepada Tuhan manusia” (QS114:1)

 

Ciri kedua, adalah bahwa AlQur’an, tidak seperti Injil,  tidak memiliki kronologis khusus. Sementara Injil memiliki sejarah dan biografi, adalah sangat mustahil untuk mengetahui atau tempat ayat-ayat AlQur’an diturunkan tanpa mengacu pada sumber lain. Seseorang dapat membaca AlQur’an hampir menurut urutan yang mana saja dan, dengan catatan seluruh isinya dibaca, pemahaman yang mendalam terhadap kandungan utama AlQur’an tetap dapat diperoleh. Jadi, dalam pengertian praktis, AlQur’an tidak memiliki awal atau akhir yang jelas. Bagi kaum muslim, ini adalah suatu simbol yang sangat relevan yang menunjukkan bahwa pesan yang terkandung dalam AlQur’an melampaui batas-batas waktu dan tempat dan bahwa Allah itu di luar batas-batas penciptaan.

 

Ciri ketiga, karena Islam tidak mengotak-ngotakkan realitas ke dalam pengertian “sakral” dan “sekular”, AlQur’an menjalin beragam sisi pengalaman manusia di dalam seluruh wacananya--bangkit dan runtuhnya suatu bangsa dan individu, keteraturan alam, terciptanya masyarakat dan hukum, psikologi manusia—baik untuk membimbing pembacanya dalam menghadapi kehidupan di dunia ini maupun untuk menyadarkan dirinya akan eksistensi dan keesaan Allah. Karena unsusr-unsur ini berpadu menjadi satu dalam kehidupan, demikian pula AlQur’an. Ini seolah-olah bahwa Allah adalah Pemelihara, Pengatur dan Raja dari kesemuanya itu. Ini adalah perbedaan utamanya dengan kitab-kitab suci lainnya.



Posted at 01:30 am by JKTPLAS
Make a comment

Tuesday, June 08, 2004
Ilmu vs Agama

Assalamualaikum wr.wb. Sedikit komentar, Agama berisi akidah2 dasar rumus/aturan Tuhan, baik itu boleh atau tidak dilakukan oleh umat manusia, dengan imbalan pahala dan dosa dalam pelaksanaannya. Ilmu pengetahuan adalah sebuah wacana pembelajaran mengenai aturan Tuhan itu. Ilmu pengetahuan lebih banyak bicara mengenai sebuah proses dari aturan tersebut. Tergantung dari siapa yang melakukan riset atau analisa mengenai proses tersebut, jika seorang Islam yang melakukannya maka dia akan selalu mengembalikannya kepada aturan Tuhan tersebut, bahwa ilmu ilmu mana saja yang boleh dan tidak diterapkan. Stephen Hawking, tidak memahami keberadaan Tuhan sebagai unsur kekal dan pencipta alam, tetapi dia terkesan lebih sering berbicara bahwa Tuhan berada/hidup dalam dimensi alam semesta yang ada ini. Tuhan Menciptakan Pohon Nangka dari sebuah Biji Nangka dan bukan dari sehelai Daun Nangka. Itu adalah hukum alam. Tetapi apakah sehelai Daun Nangka bisa tumbuh menjadi sebuah Pohon Nangka tanpa adanya sebuah proses bantuan dari ilmu pngetahuan. Saya kira Stephen Hawking akan mengatakan .."IMPOSSIBLE, ...pun jika Tuhan yang menanamnya". Manusia menciptakan sebuah "Mobil", yang mana aturan dalam penciptaannya adalah .. "jika pedal gas di injak maka Mobil akan melaju, bukan klakson yang dipencet maka mobil akan melaju". Pertanyaannya .. "Apakah mungkin klakson lah yang dipencet maka mobil akan melaju?", jawabannya adalah Mungkin!!!, jika Penciptanya melakukan "modifikasi" pada perangkat tersebut. Dalam perjalanan umat manusian semenjak dari Nabi Adam sampai sekarang, Tuhan telah banyak melakukan "modifikasi-modisikasi" aturan nya, dan itu seperti apa yang kita bisa lihat dan pelajari sebagai ilmu pengetahuan. KALAU MAU, Tuhan pun bisa mengubah/memodifikasi aturan bahwa sehelai daun nagka akan bisa tumbuh menjadi sebuah pohon nangka. Sangat disayangkan bahwa Stephen Hawking itu dengan kemampuan pola pikir-nya, tidak mampu melihat keberadaan Tuhan sebagai unsur pencipta alam semesta. Seperti dalam sebuah tulisannya yang mengatakan bahwa Tuhan itu sedikitnya sekali bermain dadu yakni pada saat penciptaan alam semesta. Ini membantah ucapan einstein yang mengatakan bahwa Tuhan itu tidak bermain dadu, atau artinya dalam arti kiasan, bahwa Tuhan itu akan mendapatkan angka yang dikehendakinya pada saat Dia melempar buah dadu. PASTI!!! Kalau dia menghendaki angka 6 maka angka 6 akan keluar pada saat di lemparkan, jika menghendaki 5 maka 5 lah yang keluar .. PASTI!!! Sedang Hawking mengatakan... bahwa energi pertama yang di lemparkan oleh Tuhan ke alam semesta ini dalam akumulasi perkembangannya TIDAK di ketahui oleh Tuhan sendiri apa yang akan terjadi akibatnya setelah sekian masa berlangsung. Tetapi setelah keluarnya energi itu dan berkembang menjadi energi yang ada sekarang pada alam semesta ini, maka Tuhan baru akan bisa memprediksi (... atau tidak bisa) apa yang akan terjadi dengan perkembangan energi itu selanjutnya. Tuhan pun harus belajar untuk bisa mengetahui adanya energi2 baru yang timbuk dalam alam semesta ini. yaaaikkksss.... Tidak sepantasnya Hawking bicara seperti ini, karena Tuhan itu hidup dalam dimensi yang beda dengan kita. Seperti halnya MOBIL, KOMPUTER dan lain ciptaan manusia, mereka pun hidup dalam dimensi yang beda dengan kita, yakni dalam kondisi dimensi kehidupan yang kita ciptakan. Kita bisa membaca seluruh kehidupan dalam dimensi MOBIL atau KOMPUTER itu tapi sebaliknya MOBIL dan KOMPUTER itu tidak bisa membaca kehidupan dimensi kita ... jika kita tidak memberikan informasi yang cukup kepada ciptaan kita itu. Contoh, bahwa kita punya mata, bagaimana komputer mengetahui bahwa kita punya mata? kalau kita tidak memasukan informasi kepada komputer tersebut yang menjelaskan hal itu? Begitupun juga kita. Bahwa kita telah diberi informasi yang cukup oleh Tuhan tentang keberadaannya dengan adanya Al'Quran itu, harusnya kita memahaminya dan tidak mencoba me-reka2 seperti Hawking itu sebelum dia membaca Al'Quran. Karena dia tidak tahu dimana dan apa itu Tuhan selain me-reka2 tanpa membaca 'Ilmunya' terlebih dahulu. Akibatnya akan timbul ilmu theory (me-reka2) doank, sedang Tuhan itu PASTI!!! Tuhan itu PASTI!!! Pembuktian: Jika ada sebuah ruang hampa yang dilapisi oleh dinding yang kuat yang bisa bertahan sampai ribuan tahun, apakah yang terlihat pada ruang tersebut setelah 10/100/1000 atau ribuan tahun lagi. JAWAB: Jika didalam ruangan tsb tidak ada energi yang disuntikan kedalamnya sama sekali maka ruang itu akan tetap menjadi ruang hampa selamanya, kosong blong, melompong tanpa ada setitik debu pun didalamnya. Pun ruang angkasa ini at least ada setitik energi yang di timbul awalnya hinga tumbuh menjadi susunan alam semesta yang ada kini. Lalu siapa yang memasukan energi itu kedalam alam semesta ini awalnya???? Harus-lah ada "seseorang" atau unsur/zat hidup yang melemparkan titik energi itu kedalmnya. Unsur/zat hidup itulah yang disebut dengan TUHAN. Penutup: Jadi jangan kita begitu saja percaya dengan ucapan orang-orang 'besar' yang belum tentu benar, dan apa lagi masih dalam lingkup theory saja. Dahulu saja seorang besar dan sangat disegani karena kepintarannya ..(plato??).. pernah mengatakan bahwa dunia itu flat... Dan theory itu lama dianut sampai beberapa generasi. Tetapi ketika dapat dibuktikan bahwa dunia itu bulat ..(Atlas??).., bagaimana pertanggung jawaban pernyataan tersebut kemudian? "Bumi itu flat" hanya theory yang dilakukan oleh seorang yang tidak memiliki ilmu yang cukup. Apakah ilmu KeTuhanannya Hawkins cukup ??? Saya kira tidak.... Wassalam as (Adi Suhha) adi@danger.org hikmah@isnet.org wrote: > Howdy, > > IMHO, mestinya agama dan ilmu pengetahuan tidak saling berlawanan, > karena berasal dari Allah swt. Namun dalam kenyataannya toh kedua > kelompok yaitu kaum agamawan dan scientist tidak selalu klop satu > sama lain. > > Islam sebagai agama akhir yang katanya paling sempurna dalam > kenyataannya di kehidupan sehari-hari toh tidak menghasilkan > kemajuan yang semula di-idam-idam-kan, untuk membebaskan manusia > dari "periode jahiliyah." > > Nasib agama Islam, seperti agama-agama yang lahir sebelumnya, > biasanya bukan sebagai pioneer untuk menyingkap keagungan Allah swt. > melalui jagad raya ciptaan-Nya, namun kadang-kadang malah sebagai > penghambat penyingkapan tersebut. Hal ini memang tidak dapat > dihindari karena "penyingkapan" keagungan tsb. oleh ilmu pengetahuan > dilakukan dengan terantuk-antuk dan kadang-kadang salah. Sangat > disayangkan kalau agama yang seharusnya mendorong dan meluruskan > "penyingkapan" tersebut, dalam kenyataannya malah selalu menghambat, > karena "tafsir" agama selalu ada di belakang ilmu pengetahuan. > > Hoops, mengapa saya jadi serius sekali:-):-) Di bawah ini saya sajikan > beberapa artikel yang membahas tentang waktu, dan mungkin tentang jagad > raya versi ilmu pengetahuan, filsafat, agama, sebagai gambaran > ketidak-sinkronnya kedua kelompok tersebut. Enjoy! > > SCIENCE: > Stephen Hawking: "A brief history of time" > http://bertie.it.uu.se:8084/Stephen%20Hawking%20-%20A%20brief%20history% > 20of%20time/A%20Brief%20History%20in%20Time.html > > PHILOSOPHY: > The Emergence of Time and Singularity in Peirce'S Philosophy of Nature > http://www.helmut-pape.de/Unveroffentlichtes/The_Emergence_of_Time_and_S > ing/the_emergence_of_time_and_sing.html > > RELIGION: > Physics and Faith 3. Rumors of a Designer, Creator and Sustainer Part > II. Quantum Cosmology. The Anthropic Principle > http://www.stjohnadulted.org/sc_rumc2.htm > > Creation and Big Bang Cosmology > http://www.leaderu.com/offices/billcraig/docs/creation.html > > Howgh! > -- Djoko Luknanto, Jack la Motta, Luke Skywalker > " ... the more you travel the less you know" - Beatles > > >

Posted at 01:00 am by JKTPLAS
Comments (2)

Qots from Einstein and Pascal

I want to know God's thoughts...the rest are details. The most beautiful things we can experience is the mysterious. It is the source of all true Art and Science. Science without religion is lame. Religion without Scince is blind I shall never believe that God plays dice with the world. (Albert Einstein) Men despise religion. They hate it and are afraid it may be true. The cure for this is first to show that religion is not contrary the reason, but worthy of reverence and respect. (Blaise Pascal)

Posted at 12:58 am by JKTPLAS
Make a comment

POLYTHEISME DAN TRINITY (7)

POLYTHEISME DAN TRINITY Tawrat dan Injil selaku Kitab Suci yang diturunkan ALLAH kepada Musa dan Almasih, kini digabungkan orang ke dalam Bible dan Alkitab yang terdiri dari enam kelompok. Kelompok pertama mereka namakan Tawrat dimana Genesis jadi kitab pertama yang telah kita tanggapi secara ilmiah. Kita berkesimpulan bahwa Genesis itu disusun setelah Alquran berkembang pada abad ke 7 Masehi; Penyusun Genesis tidak mempunyai bahan kecuali yang diambilnya dari Ayat Alquran. Tawrat adalah kelompok pertama dalam Bible yang memuat riwayat hidup Musa, tetapi haruslah diingat bahwa Tawrat sebenarnya telah dibakar habis oleh Nebukadnezar dan Kitab Suci itu telah lenyap selama 100 tahun, kemudian dibukukan kembali dengan ayat hafalan yang diucapkan Uzair. Kini semua ucapan Uzair itu telah dialih bahasakan pada mana terdapat kalimat pengertian asli, kalimat tambahan dan kalimat saduran bertujuan faham Trinity. Kelompok kedua dan keempat dalam Bible terdiri dari cerita Rasul- rasul yang menyampaikan ajaran Tawhid sebagai yang dipusakakan Ibrahim. Semua Rasul itu berbudi pekerti tinggi, maka tidak dapat kita terima jika dalam Bible terdapat kalimat yang merendahkan setiap Rasul itu hingga hanya Jesus sendirilah yang suci. Semua itu juga tidak dapat dinamakan Kitab Suci dalam pandangan Islam karena Kitab Suci yang diakui ialah Tawrat, Injil dan Alquran semata. Kelompok ketiga dinamakan Psalm atau Zabur oleh Alkitab berisikan doa dan nasehat tentang hubungan manusia dengan tuhannya. Kita dapat memperhatikan riwayat Daud dari mulai sampai akhir dimana Nabi itu tidak pernah menyampaikan doa dan nasehat yang demikian banyak, malah Psalm itu dipisahkan dari riwayat hidup Daud sendiri. Kita menarik kesimpulan bahwa setelah Alquran berkembang dan kaum Islam mempercayai adanya Zabur berdasarkan dua Ayat Alquran, lalu penyusun Bible memakai kesempatan ini untuk memuat suatu kitab yang dinamakan Psalm atau Zabur agar dapat mempengaruhi penganut Islam mempercayai Bible. Maka Psalm atau Zabur itupun tidak dapat diakui selaku kitab suci berdasarkan ajaran Islam. Kelompok kelima dalam Bible terdiri dari empat macam Injil dan sikap kita terhadap Kitab Suci itu bersamaan dengan sikap yang kita berikan terhadap Tawrat. Penyusunan Injil barulah terlaksana pada awal abad ketiga Masehi, didasarkan atas catatan yang dapat dikumpulkan oleh penganut faham Trinity. Kelompok keenam dari Bible adalah surat-surat yang pernah dikirimkan oleh pemuka-pemuka agama Keristen kepada orang lain dengan maksud tersebarnya agama itu. Kepada penulis surat-surat itulah sebenarnya segala sesuatu yang berupa penyalahgunaan harus dipertanggung jawabkan. Merekalah sebenarnya yang telah menukar ajaran Tawhid yang disampaikan Almasih jadi Trinity. Malah penulis surat-surat itulah yang telah lebih dulu menganut Trinity selaku agama Roma yang memperkosa Bani Israel dan menukar agama Tawhid kepada pandangan bahwa Almasih itu anak tuhan. Hal ini adalah suatu pengelabuan sejarah dan pemaksaan atas Bani Israel untuk menganut agama Paulus sendiri. Sejarah telah dirobahnya dengan kekerasan, tetapi sejarah pula yang akan membukakan segala kejahatan yang telah dilakukannya terhadap orang-orang suci dan sejarah pula yang akan membukakan kelemahan ajaran Trinity yang dikembangkannya itu pada waktu kesadaran ummat telah meningkat tinggi. Penyusunan Bible telah dipengaruhi oleh Paulus cs. terutama mengenai tuhan dan anak tuhan yang sebahagian telah kita persoalkan, tetapi cobalah pula perhatikan ayat-ayat lainya yang menerangkan kedudukan Tuhan menurut Bible. Bible: Genesis: 1:27. So God created man in his own image, in the image of God created he him, male and female created he them. Alkitab: Kejadian: 1:27. Maka dijadikan ALLAH akan manusia itu atas petanya, ialah atas peta ALLAH dijadikannya ia, maka dijadikannya mereka mereka itu Iaki-Iaki dan perempuan. Exodus 3:15. And God said moreover onto Moses, Thus shalt thou say unto the children of Israel, The Lord God of Abraham, The God of Issac, The God of Jacob, bath sent me unto you: this is my name for ever, and this is my memorial unto all. Keluaran 3:15. Lalu firman ALLAH kepada Musa Demikianlah hendaknya kaukatakan kepada Bani Israel bahwa Tuhan, ALLAH nenek moyang kamu yaitu ALLAH Ibrahim dan ALLAH Ishak dan ALLAH Yakub telah menyuruhkan daku untuk mendapatkan kamu, maka inilah namaku selama- lamanya dan nama peringatan akan Daku turun temurun. 8:10. And he said, Tomorrow. And he said, Be it according to thy word: that thou mayest know that there is none like unto the Lord our God. 8:10. Maka titah Firaun: Pada esok harilah. Maka kata Musa Baiklah, seperti katamu itu, supaya diketahui olehmu, bahwa Tuhan, ALLAH kami itu, tiada samanya. 20:2. I am the Lord thy God, which have brought thee out of the land of Egypt, out of the house of bondage. 20:2. Akulah Tuhan, ALLAHmu yang telah menghantarkan kamu keluar dari negeri Mesir, dan dalam tempat perhambaan itu. 20:3.Thou shalt have no other gods before me. 20:3.Jangan padamu ada ilah lain di hadapan hadiratku. 20:4. Thou shalt no make unto thee any graven image, or any likeness of anything that is in heaven above, or that in the earth beneath, or that is in the water under the earth. 20:4. Jangan diperbuat olehmu akan patung ukiran atau akan barang peta daripada barang yang dalam langit di atas, atau daripada barang yang di atas Bumi di bawah, atau dari pada barang yang di dalam air di bawah Bumi. 20:5. Thou shalt not bow down thyself to them, nor serve them: for I the LORD thy God am a jealous God, visiting the iniquity of the fathers upon the children unto the third and fourth generation of them that hate me. 20:5. Jangan kamu menyembah sujud atau berbuat bakti kepadanya karena Akulah tuhan, ALLAHmu. ALLAH yang cemburuan adanya, yang membalas durhaka segala bapa sampai kepada anak-anaknya dan kepada gilir yang ketiga dan yang keempatpun daripada segala orang yang membenci akan Daku. Deuteronomy 5:27. God thou near, and hear all that the LORD our God shall say: and speak thou unto us all that the LORD our God shall speak unto thee, and we will hear it, Ulangan 5:27. Hendaklah mari kiranya menghampiri Dia serta mendengar segala perkara yang akan Tuhan, ALLAH kami, berfirman, dan hendaklah tuan juga mengatakan kepada kami segala perkara yang Tuhan, ALLAH kami, berfirman kepada tuan, maka kami hendak mendengar akan dia serta menurut akan dia. 6:4. Hear, O Israel: The LORD our God is one LORD. 6:4. Dengarlah olehmu hai Israil, sesungguhnya Hua, ALLAH kita, Hua Itu esa adanya. 6:13.Thou shalt fear the LORD thy God, and serve him and shalt swear by his name. 6:13. Melainkan hendaklah kamu takut akan Tuhan, ALLAHmu, dan berbuat baik kepadanya, dan bersumpah demi namanya juga. St. Matthew 6:24. No man can serve two masters: for either he will hate the one, and love the other; or else he will hold to the one and despise the other. Ye cannot serve God and mammon. Matius 6:24. Tiada dapat seorang jugapun bertuankan dua orang; karena tak dapat tiada seorang dibencinya dan seorang dikasihinya kelak, atau Ia berpegang pada seorang dan meringankan yang lain. Tiadalah dapat kamu bertuhankan ALLAH bersama­sama dengan Mammon. 19:17. And he said unto him, Why callest thou me Good? there is none good but one, that is, God: but if thou wilt enter into life, keep the commandments. 19:17. Maka kata Jesus kepadanya Apakah sebabnya engkau bertanya dari hal kebajikan? Ada Satu yang baik, Tetapi jikalau engkau mau masuk kepada hidup, turutlah hukum-hukum itu. St. Mark. 12:29. And Jesus answered him, The first of all the commandments is, Hear, 0 Israel; The LORD our God is one LORD. Markus 12:29. Maka jawab Jesus kepadanya: Hukum yang terutama inilah: Dengarlah olehmu, hai Israil, adapun ALLAH Tuhan kita, Ialah Tuhan yang Esa. Psalm 50:1. The mighty God, even the LORD, hath spoken and called the earth from the rising of the sun unto the going down thereof. Mazmur 50:1. Bahwa ALLAH yang di atas segala dewa, yaitu Tuhan, berfirman serta memanggil segala isi Bumi dari masyrik sampai kemagrib. 68:1. Let God arise, let his enemies he scattered let them also that hate him flee before him. 68:1. Bahwa ALLAH akan berbangkit dan segala seterunya akan dicerai- beraikan, dan sega/a orang yang benci akan Diapun akan lari dari hadapan hadiratnya. Dengan memperhatikan ayat-ayat Bible di atas ini dan banyak ayat lainnya, dapatlah orang melihat betapa ngaurnya pengertian tentang LORD dan GOD. Disatu fihak dinyatakan bahwa kedua istilah itu adalah Tuhan yang mahakuasa sesuai dengan pengakuan Musa dan Almasih sendiri, dilain fihak dinyatakan Jesus yang akan menciptakan semua yang ada ini dan karenanya manusia pertama dulu dibentuk berupa bentuk tuhan. Dengan ayat-ayat di atas juga orang dapat rnelihat betapa perbedaan Bible dan Alkitab yang semakin menjurus kepada penuhanan Jesus sendiri. Perbedaan itu lebih nyata pada ayat Matius 19 :17.

Posted at 12:55 am by JKTPLAS
Make a comment

Tuesday, June 01, 2004
POLYTHEISME DAN TRINITY (1)

POLYTHEISME DAN TRINITY Alquran 16/64. Dan tidaklah Kami turunkan kitab Alquran itu atas engkau kecuali agar engkau terangkan kepada mereka apa-apa yang mereka saling bertengkaran padanya, dan pertunjuk serta rahmat bagi kaum yang beriman. 38/29. Kitab yang Kami turunkan dia kepada engkau itu penuh barkah agar mereka meneliti ayat-ayatnya dan agar dipikirkan oleh kaum inventor. 2/285. Telah percaya Rasul itu dengan apa yang diturunkan kepada­nya dari Tuhannya, begitupun orang-orang yang beriman. Setiapnya beriman pada ALLAH dan malekatNYA dan Kitab-kitabNYA dan Rasul-rasulNYA. Mereka berkata tidaklah kami pisahkan diantara seorangpun daripada Rasul-rasulNYA. Dan mereka berkata: kami dengar dan kami patuhi dengan harapan ampunanMU wahai Tuhan kami, dan kepadaMU tempat kembali. Beribu tahun manusia mencari Penguasa mutlak dalam kehidupan di dunia fana ini dalam waktu sekian lama mereka mengelana dengan alam fikiran yang berbagai corak, alam fikiran yang diselubungi rasa dan duga. Mereka terbentur pada berbagai objek yang dijadikan pujaan, mereka sembah dan mereka takuti, kemudian mempusakakannya kepada keturunan selaku dongeng dan tradisi yang tak pernah teranalisakan Demikian berlaku dari satu kelain zaman atas prinsip dan cara penglaksanaannya sesuai dengan keadaan serta tingkat kesadaran dalam peradaban. Sementara itu, ALLAH selaku pencipta yang Kuasa ESA dari semua yang ada ini senantiasa mengutus RasulNYA kepada setiap ummat dalam zamannya untuk menyampaikan doktrin hidup yang wajar effektif di dunia kini dan di akhirat nanti, tetapi masing-­masing Rasul itu selalu ditantang dan dibenci karena berlawanan dengan nafsu, pengertian, dan tradisi yang berlaku. Untuk mengatasi itu ALLAH sengaja menurunkan Tawrat dan Injil untuk Bani Israel agar kaum itu dapat memikirkan secara objektif tentang hidup dan kehidupan, agar meninggalkan tradisi hidup yang menyesatkan, tetapi manusia itu terpenganuh oleh kebiasaan lain mereka nyatakan Uzair anak tuhan karena orang itu telah dapat menghafal sebahagian ayat Tawrat yang telah dilenyapkan kekuasaan Roma, mereka nyatakan Almasih anak tuhan tersebab orang ini memperlihatkan keadaan istimewa dan ucapan yang tak dapat dimengerti umum waktu itu. Dengan begitu hilanglah arti dan nilai dari Tawrat dan Injil selaku Kitab Suci yang seharusnya menyelamatkan manusia dari kekeliruan. Akhirnya diturunkanlah Alquran yang bukan saja berisikan hukum sosial dalam masyarakat dan pengabdian terhadap Alkhalik tetapi juga berisikan dasar pokok hukum disegala bidang falsafah dan ilmiah, fisika dan metafisika. Semua ayatnya berupakan dalil-dalil konkrit parallel dengan capaian pemikiran logis. berupakan kepungan dan ramalan bagi setiap gerak sejarah yang berkelanjutan dimulai dari semenjak penciptaan pertama atas semesta raya itu sampai kepada waktu penghancuran total atas kehidupan dan diberikutkan dengan kehidupan kedua di alam kekal nanti yang pasti ada. Alquran dengan dalil-dalilnya yang positif menimbulkan kepastian yang disebut keyakinan bagi mereka yang berpengetahuan luas, untuk mana Alquran beberapa kali meminta tantangan kepada siapa saja di dunia ini atas sesuatu keterangannya yang mungkin dianggap khilaf atau salah, apalagi yang berupakan kontradiksi dengan fakta yang terdapat dalam lingkungan semesta raya ini. Alquran juga memberikan penjelasan yang adil atas problem yang selama ini diperbantahkan oleh manusia, dia juga membenarkan Tawrat dan Injil berupa Kitab Suci dengan doktrin hidup yang sama, malah Alquran memperbaiki setiap nada ayat yang disalah gunakan dan yang dipalsukan manusia. Dia mengembalikan Bani Israel kepada keaslian hukum ALLAH selaku pedoman hidup yang wajar. (kiriman dari dadearinto@yahoo.com)

Posted at 01:24 am by JKTPLAS
Make a comment

POLYTHEISME DAN TRINITY (2)

POLYTHEISME DAN TRINITY Alquran tidak memperbedakan Nab-nabi dan Kitab Suci yang disampaikannya, tetapi menganjurkan kepada setiap diri agar masing- masingnya melakukan self-koreksi pada setiap gerak tingkahnya zahir bathin, utama sekali kepada mereka yang telah menyangka berilmu dan yang mengingini kemajuan dan kebahagiaan dalam masyarakat ramai. Orang-orang ini nantinya akan merasakan sendiri kebatilan yang selama ini telah dianggapnya benar dan mereka akan dibawa oleh Alquran itu kepada suatu tujuan yang selama ini mereka idamkan. Akhirnya mereka akan menginsyafi secara sadar tanpa dogma bahwa Alquran itu berisikan Haqqul Mubien yang arti sebenarnya Logika Konkrit, diturunkan untuk manusia seluruhnya tanpa pilih bangsa dan warna kulit, dan bukanlah Alquran itu hanya diturunkan untuk segolongan Arab atau untuk segolongan mereka dengan kulit berwarna. Akhirnya mereka akan menginsyafi bahwa Alquran itu memang diwahyukan oleh Pencipta ESA Kuasa yang selama ini mereka cari. Mereka akan melaksanakan segala hukum Kitab Suci itu secara jujur tidak terpaksa dan tanpa iri hati serta kecurigaan, karena nyata tidak seorangpun yang akan beruntung atau merugi dari setiap sikap yang mereka lakukan kecuali diri sendiri yang berhubungan langsung dengan Tuhan Pencipta yang senantiasa hidup mengawasi. Memang logis doktrin hidup yang diajarkan Alquran, bahwa Pencipta Kuasa itu adalah ESA tanpa serikat, karenanya terdapatlah kesatuan hukum pada seluruh benda angkasa, berlakulah kestabilan dengan naluri dan kecukupan seperlunya untuk hidup ujian di dunia kini. Benda-benda kecil di bidang micro berproses dengan sifat tertentu permanent begitupun benda-benda besar di bidang macro memperlihatkan sifat, wujud dan orbit yang telah ditetapkan. Masing-masingnya berlaku tanpa kontradiksi untuk dulu, kini dan selamanya. Peningkatan pengetahuan berlaku sesuai dengan apa yang telah ditetapkan dalam Alquran, semuanya menjurus kepada kesadaran tentang keesaan ALLAH. Akhirnya DIAlah yang jadi tumpuan dari segala macam renungan samadi, DIAlah yang didapati selaku ujung dari segala capaian dan pemikiran. Setiap ummat dikirimi Rasul yang menyampaikan doktrin yang sama secorak, ini telah berlaku semenjak adanya masyarakat pertama di Bumi ini. Diantara sekian banyak Rasul yang telah bertugas hanya tiga orang saja yang diberi Kitab Suci untuk disampaikan. masing- masingnya pada jarak waktu beratus tahun. Hal itu bukanlah berartikan kekurangan ilmu pada Tuhan yang mengutus, malah memperlihatkan bahwa DIA hidup di segala zaman tanpa absent. DIA memberikan sesuatu kepada manusia cocok dengan zamannya dan memang logika manusia itu datangnya berangsur-angsur. Manusia ini pelupa dan amat lemah dalam berpendirian ditambah dengan kesibukan sehari-hari dalam mengusahakan kebutuhan hidup, maka berjalanlah peradaban manusia dengan perkembangan yang lambat. Sifat itu mempengaruhi hal-hal penting dalam kehidupan, terikatlah manusia itu dengan kebodohan dan tamak loba dalam lingkungan sendiri; dia cenderung kepada hal yang lebih dekat menyangkut dengan dirinya dalam hal yang fact dan konkrit. Semua itu susunan hidup dengan ketentuan ALLAH pada mana manusia hanyalah pelaku sadar dan yang tidak sadar atas rencana yang harus terlaksana Disamping masyarakat yang dengan keinsyafan telah menerima ajaran yang disampaikan Rasul kepadanya dan kemudian melaksanakan hidup menurut garis hukum yang diperintahkan ALLAH, maka difihak lain ada pula golongan manusia yang menantang dengan bermacam cara. Tantangan itu pada umumnya didasarkan atas tradisi yang berlaku sebagai adat kebiasaan yang susah dirobah, tetapi pada hakekatnya adalah atas kebodohan dan kelobaan tadi serta kecenderungannya kepada hal-hal yang fact dan konkrit disekitar lingkungannya. Golongan manusia yang kedua ini juga mencari Penguasa Mutlak yang mempengaruhi jalan hidup dalam sejarah, tetapi dalam mencari itu mereka memahami fikiran yang disadur oleh rasa dan duga yang membawa mereka kepada berbagai objek penyembahan yang mereka sangka berkuasa waktu itu. Diantara mereka ada yang mendewakan Surya dan bintang karena benda angkasa itulah, menurut anggapan, memberikan kehidupan kepada manusia dan menentukan nasib. Diantara mereka ada pula yang menganggap hidup kini dikendalikan oleh dewa-dewa lain yang abstract, tak kelihatan dan tak dapat diraba, maka untuk dewa-dewa itu dibikinkan patung selaku perwujudan yang harus disembah dan dipuja. Kepada dewa-dewa yang dipatungkan itu disajikan hantaran selaku pengorbanan berbagai bentuk sesuai dengan anggapan yang dirasakan. Demikian masyarakat itu mempercayai bahwa tuhan yang berkuasa itu banyak wujudnya dalam keadaan abstract dan konkrit, terpisah pada bidang kekuasaan masing-masing. Mereka ini berada dalam doktrin hidup yang dinamakan Polytheisme, bahwa tuhan yang kuasa itu banyak dan tuhan-tuhan itu harus disembah. Terang saja ajaran hidup begitu membawa manusia kepada alam fikiran yang saling bertentangan, tetapi tantangan fikiran itu harus dilipur dan ditekan dengan perkosaan tradisi, maka tinggallah masyarakat itu dalam alam fikiran statis tentang hidup. Tetapi ada pula yang langsung bersifat umum, terjadilah bentrokan dalam masyarakat setempat, mereka terpecah kepada berbagai golongan yang semakin memisah. Akhirnya ajaran Polytheisme tadi harus ditinjau kembali dan diperbaiki sesuai dengan hasil capaian rasa dan pengalaman.

Posted at 01:23 am by JKTPLAS
Make a comment

POLYTHEISME DAN TRINITY (3)

POLYTHEISME DAN TRINITY Penguasa Mutlak itu pasti ada dan kekuasaannya tidaklah diberikan kepada benda jumud atau benda mati yang sebenarnya harus patuh saja, tetapi siapa tuhan itu, dimana dia dan bagaimana rupanya ? Kenapa hampir setiap rencana manusia dipengaruhi oleh suatu alam gaib yang tak pernah disadari ? Kehidupan manusia bagaikan harus patuh kepada nasib yang ditentukan oleh alam gaib itu, oleh karenanya setiap diri harus merasa takut kepadanya walaupun dia belum pernah dilihat dan belum pernah diketahui. Waktu itu timbullah suatu aliran baru yang rasanya lebih benar daripada doktrin semula, bahwa tuhan yang kuasa itu tetap ada dari semenjak awalnya. Dia harus disembah, maka untuk membuktikan ada dirinya, tuhan itu telah melahirkan anaknya pada seorang perawan tanpa suami. Anak itu dijadikan wakil di Bumi ini dan sementara itu selaku penghuhung antara tuhan bapak dan tuhan anak, ada lagi ruh kudus selaku tuhan ketiga. Dengan begitu nyatalah, menurut anggapan mereka, bahwa tuhan yang kuasa itu tiga orang, ketiganya wajib disembah, yaitu penguasa gaib yang terbentuk manusia ciptaannya, penguasa yang jadi penghubung, dan penguasa yang lahir secara nyata dalam masyarakat manusia. Itulah trinity yang pada mulanya timbul di daratan besar tanah Asia. Apakah faham ini trimurti atau trinity, yang terang dia adalah ajaran yang menyatakan tuhan itu tiga orang, masing-masingnya perlu diberi nama. Dengan begitu didengarlah nama Brahma, Wisynu dan Syiwa. Dalam praktek hanyalah Syiwa ini yang memperlihatkan wujudnya di tengah masyarakat umum, di lahirkan sebagai anak manusia. Kemudian dia hilang atau meninggal untuk lahir lagi dimasa lain yang tidak dapat ditentukan. Setiap orang yang menganut faham itu sampai kini senantiasa mengharapkan kehadiran Syiwa kembali selaku juru selamat dan selaku penguasa yang berwenang di dunia kini. Demikian pula berlaku pada agama Kristen dengan faham trinity, sampai kini penganutnya mengharapkan kedatangan juru selamat untuk membimbing kehidupan di dunia kini kepada kebahagiaan yang diidamkan. Agama ini mengajarkan Isa Almasih anak tuhan, tetapi ada faham diantara penganut agama itu yang menyatakan bahwa Almasih itulah yang tuhan, dia melahirkan dirinya selaku manusia. Tentang ini kita sampaikan maksud Ayat Alquran seperlunya 53/23. Bahwa dia itu adalah nama-nama yang kamu namakan padanya, kamu dan bapak-bapakmu dulu. Tiada ALLAH menurunkan suatu daya tentang itu, yang mereka ikuti hanyalah dugaan dan apa yang menjatuhkan dirinya, dan sungguh telah datang pada mereka pertunjuk dari Tuhan mereka. 5/72. Sungguh kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa ALLAH itu ialah Almasih anak Maryam, dan telah berkata Almasih itu: Hai Bani Israel, sembahlah ALLAH, Tuhanku dan Tuhanmu, bahwa siapa yang menserikatkan pada ALLAH itu maka sungguh ALLAH mengharamkan atasnya surga, dan tempatnya ialah neraka, dan tiadalah bagi orang zalim itu dari penolong. 5/73. Sungguh kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa ALLAH itu yang ketiga dan yang tiga, dan tiadalah tuhan selain Tuhan yang ESA, dan jika mereka tidak berhenti tentang apa yang mereka katakan, akan menyentuhlah pada orang-orang kafir dari mereka itu siksaan yang pedih. Pada pokoknya perpindahan kepercayaan dari Polytheism kepada Trinity mempunyai dua unsur yang saling menyokong, dan praktis berlaku dizaman pra-ilmiah yaitu sebelum datangnya Alquran. 1 . Faham Polytheism yang mengajarkan bahwa tuhan itu banyak. dengan wujud benda konkrit dan dewa-dewa, telah memperlihatkan keadaan yang bertentangan dalam pengalaman, malah benda konkrit itu patuh saja kepada kemauan manusia dan dewa-dewa banyak yang berkuasa itu tidak dapat diyakinkan. Namun penguasa mutlak pasti ada, maka tentunya ada tiga penguasa dalam kehidupan kini: yaitu penguasa dalam gaib, penghubung, dan penguasa yang menjelma selaku pembuktian adanya penguasa gaib. 2. Pribadi yang kebetulan berkuasa dalam pemerintahan tidak merasa senang dengan Polytheism karena ajaran ini menghilangkan wewenangnya selaku pimpinan yang berkuasa dalam masyarakat. Untuk itu haruslah ada synthese yang menyalurkan kepercayaan adanya kekuasaan gaib. Untuk itu Trinity adalah satu-satunya doktrin wajar dengan mana penguasa setempat dapat berkuasa penuh dengan menyatakan dirinya selaku Syiwa. Dengan Trinity itu tercapailah keinginan pribadinya selaku pemegang kekuasaan penuh dan absolut dalam kehidupan di dunia. Hal yang demikian praktis berlaku disemua tempat di muka Bumi ini karena dia sejalan dengan gejala fikiran waktu itu disatu fihak masyarakat mempercayai adanya penguasa gaib yang menjelma jadi manusia lalu menjalankan kekuasaannya dalam masyarakat ramai. Dilain fihak penguasa setempat membutuhkan kekuasaan penuh di tengah masyarakatnya. Begitu yang berlaku pada raja di zaman Ibrahim, pada Firaun di zaman Musa, dan pada setengah raja-raja lainnya diantara masyarakat manusia. Jika diantara mereka tidak berani mengatakan dirinya tuhan atau anak tuhan, minimal mereka menyatakan dirinya ningrat dan adanya perbedaan kasta di tengah masyarakat. Masing- masingnya dinyatakan jadi Syiwa, diakui oleh masyarakat yang dikuasainya, atau dengan berbagai nama lain dan minimal dengan ningrat, yang sebenarnya adalah dugaan semata. Adanya Syiwa atau wakil tuhan sebagai yang diresmikan, diterima oleh masyarakat setempat karena manusia senantiasa menunggu kedatangannya selaku juru selamat, karenanya terlaksanalah ajaran Trinity pada masa yang sangat panjang dalam sejarah manusia. Antara Syiwa dan manusia ramai terdapat kegiatan yang saling menguatkan, hingga kedatangan Musa dengan Tawrat dan Almasih dengan Injil kepada Bani Israel untuk menyampaikan agama Tawhid, menghadapi tantangan yang amat besar. Pertama­tama tersebab Tawrat dan Injil itu hanya ditujukan buat Bani Israel semata dan hal ini menimbulkan kecurigaan pada masyarakat lain lalu menganggap kedua Kitab Suci itu palsu, Kedua, ialah karena memang ajaran Trinity telah sangat berpengauh. dalam tradisi. Sebagai bukti tentang berkembangnya faham Trinity diantara manusia, banyak sekali contoh tertulis yang dapat kita kemukakan, tetapi untuk menjaga kemurnian uraian ini sengaja kita tidak mencampurkan soal lain kecuali apa-apa yang terkandung dalam ayat suci, diantara lain perhatikanlah maksud Ayat Alquran di bawah ini: 11/62. Mereka berkata: Hai Shalih, sungguh engkau hidup bersama kami sebelum ini Apakah engkau melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? Sungguh kami dalam keraguan tentang apa yang engkau serukan kepada kami agar patuh kepadanya. 2/258. Tidakkah engkau perhatikan (raja) yang membantah Ibrahim tentang Tuhannya karena dia diberi ALLAH kerajaan? Ketika berkata Ibrahim: Tuhanku ialah yang menghidupkan dan yang mematikan. Berkata raja itu: aku juga menghidupkan dan mematikan. Berkata Ibrahim: Bahwa ALLAH mendatangkan Surya dari timur maka datangkanlah dia dari barat. Ketika itu terpesonalah orang kafir itu, dan ALLAH tidak menunjuki kaum yang zalim. 9/30 s/d 9/32. Dan berkatalah orang-orang Yahudi: Uzair itu anak ALLAH. Dan berkata orang-orang Nashara: Almasih itu anak ALLAH. Demikianlah perkataan mereka dengan mulut mereka menghidupkan perkataan orang-orang kafir dulunya, maka ALLAH menjadikan mereka saling berperangan, betapa mereka hendak dipalingkan. Mereka mengambil pembesar-pembesar mereka dan guru-guru agama mereka selaku tuhan-tuhan selain ALLAH. Begitupun Almasih anak Maryam mereka jadikan tuhan. Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk menyembah Tuhan yang ESA. Tiada tuhan selain DIA. Mahasuci DIA tentang apa yang mereka serikatkan. Mereka hendak memadamkan NUUR ALLAH dengan mulut mereka, tetapi ALLAH menolaknya malah menyempurnakan NUURNYA sekalipun orang-orang kafir itu merasa benci. Walaupun ALLAH senantiasa mengirim RasulNYA kepada setiap bangsa dengan menyampaikan agama Tawhid bahwa penguasa itu adalah ESA dan senantiasa dalam alam gaib. bahwa semua benda konkrit ini ialah ciptaanNYA untuk kebutuhan hidup ujian manusia yang sederajat, hanya dilebihkan menurut tingkat iman dan ilmunya, tetapi ajaran itu hanya berjalan sementara dan kemudian pada umumnya manusia itu kembali menurutkan tradisi lama dicampur dengan duga dan rasa, hiduplah kembali Trinity dengan subur dari suatu kelain zaman.

Posted at 01:21 am by JKTPLAS
Make a comment

POLYTHEISME DAN TRINITY (4)

POLYTHEISME DAN TRINITY Keadaan yang demikian bersesuaian dengan sinyalemen Alquran yang menyatakan bahwa perkembangan peradaban manusia berlaku secara bertingkat. parallel dengan kesadaran yang dicapainya, pada mana Rasul yang diutus ALLAH menyampaikan ajaran hidup hanya pada pokok ilmu yang mungkin diterima oleh daya fikir masyarakat setempat sekalipun Rasul itu telah mengetahui rahasia-rahasia alam, kejadian dan perwujudannya, serta naluri dan tenaganya yang mungkin disadari oleh manusia dipengujung zaman nantinya. Adam dan Isa Almasih mengerti cari penerbangan antar planet yang nantinya pasti terlaksana oleh cucu-cucunya di akhir zarnan; Noah dan Ibrahim mengerti sepenuhnya tentang fungsi topan besar yang menenggelamkan permukaan seluruh planet, waktu mana Bumi mengalami perpindahan pula Rawasianya dari Makkah-Docei ke Arctic-Antarctic kini; tetapi semua itu disimpan terus oleh Rasul-Rasul itu karena tidak mendapat keizinan dari ALLAH. malah menyampaikan hal-hal yang hanya mungkin diterima oleh masyarakatnya waktu itu. Ada dua alasan yang menyebabkan keizinan itu tidak diberikan kepada mereka, yaitu agar para Rasul itu tidak dikatakan gila seratus persen oleh masyarakatnya yang pra-ilmiah, juga agar peningkatan pengetahuan berjalan parallel dengan kesadaran masyarakat berdasarkan kausalita dan logika. ALLAH membukakan pengetahuan manusia secara bertahap dinyatakan selaku pertanda yang selain dihadapkan sebagai ransangan. Demikian Alquran dengan Ayat Suci dari berbagai pokok problem mengemukakan, termasuk persoalan Ibrahim dengan mirajnya. 6/75. Dan begitulah Kami perlihatkan kepada Ibrahim kerajaan planet-planet dan Bumi ini agar dia jadi orang yang dapat kepastian. 2/105. Tidaklah Kami hilangkan dari suatu pertanda atau Kami lupakan dia, malah Kami datangkan yang lebih baik daripadanva atau seumpamanya. Tidakkah engkau ketahui bahwa ALLAH atas tiap sesuatu menentukan? 2/143. Itulah ummat yang telah berlalu, baginya apa yang mereka kerjakan, dan bagimu apa yang kamu lakukan, tidaklah kamu ditanyai tentang apa yang mereka perbuat. 40/78. Dan sungguh telah Kami utus sebelum engkau beberapa Rasul, diantara mereka ada yang Kami kabarkan kepadamu dan setengahnya tidak Kami kabarkan kepadamu. Dan tiada tugas bagi seorang Rasul itu untuk mendatangkan suatu pertanda kecuali dengan izin ALLAH. Maka apabila telah datang perintah ALLAH (pada zaman tertentu) maka terlaksanalah dia secara logis, dan merugilah waktu itu orang-orang batal. 54/49. Bahwa tiap sesuatu Kami ciptakan dia dengan suatu ketentuan. Tentang ini St.John juga memberitakan dengan nada yang bersamaan: 3 :12 If I told you earthly things, and ye believe not, how shall ye believe, if I tell you of heavenly things ? Artinya : Kalau aku telah menerangkan padamu benda-benda Bumi, dan kamu tidak mempercayainya, bagaimana pula kamu dapat percaya jika aku terangkan padamu tentang benda-benda planet lain? Bani Israel, yang kepadanya banyak sekali Ayat Alquran ditujukan disebabkan bangsa-bangsa ini telah melalui sejarah yang amat panjang dimana Nabi-nabi banyak dilahirkan dan daripadanya diharapkan peningkatan kemajuan dengan penemuan-penemuan baru dalam peradaban, juga mengalami keadaan yang sama bahwa kepada mereka disampaikan ajaran Tawhid tetapi kemudian mereka kembali kepada faham Trinity dengan menyatakan Uzair dan Almasih anak ALLAH. Hal itu akan berlangsung terus sampai pada waktu mereka menemui fakta nyata bahwa memang tuhan itu tidak beranak dan bukanlah Uzair dan Almasih itu anak tuhan, dan ini akan ada realitanya diwaktu mereka telah melakukan penerbangan antar planet dalam peradaban modern. Ketika itu insyaflah mereka bahwa semua planet itu bermanusia dimana juga tentu berlaku faham Trinity yang menyatakan tuhan itu beranak didasarkan atas dugaan semata. Israel adalah Yakub anak Ishak, maka anak Yakub yang duabelas orang jadi kepala persukuan Bani Israel. Duabelas saudara itu dilahirkan di Palestina termasuk Yusuf yang kemudian membawa ibu bapaknya serta semua saudaranya ke Mesir. Pada mulanya mereka hidup senang di negeri itu dimana Yusuf jadi Menteri Perekonomian. Tetapi setelah Yusuf meninggal dunia, Bani Israel itu mengalami perubahan hidup. Mereka ditindas oleh penduduk Mesir yang mayoritas. Waktu itu lahirlah Musa selaku Nabi yang menyampaikan Tawrat dan Kitab Suci pertama. ALLAH memerintahkan Musa dan Nabi Harun yang juga Bani Israel untuk membawa kaumnya kembali ke Palestina guna melepaskan diri dari kekejaman Firaun raja Mesir. Hal ini terlaksana dengan melalui Laut Merah bahagian utaranya yang kebetulan jadi kering pada suatu malam, sebaliknya menenggelamkan Firaun bersama tentaranya yang memburu Bani Israel dari belakang. Sejarah bangsa itu berjalan terus, lahirlah Daud dan Suleman selaku Nabi-nabi kebanggaan. Kedua Nabi itu telah meninggikan nama Bani Israel dan membangun Palestina sebagai kota indah. Tetapi pada tahun 586 sebelum Almasih, mereka diperangi oleh Nebukadnezar yang meruntuh seluruh bangunan kota itu. Seluruh Bani Israel digiring secara paksa ke Babilon untuk diperlakukan sebagai budak dan hamba sahaya. Dalam pada itu seorang yang bernama Uzair, yang oleh Bible disebut Ezra, diwaktu hendak meninggalkan reruntuhan Palestina, atas imannya kepada ALLAH rnenengadahkan kepala mengadukan nasib kaumnya kepada yang Kuasa ESA. Bibirnya bergerak mengucapkan: betapa caranya ALLAH hendak membangun kembali negeri yang telah rubuh ini?. Alquran. 2/259. Atau tidakkah engkau perhatikan orang (Uzair) yang berjalan di atas reruntuhan negeri yang telah jatuh kerajaannya itu? Dia berkata: bagaimanakah ALLAH menghidupkan kembali semua ini sesudah matinya? maka ALLAH mematikannya seratus tahun, kemudian membangkitkannya hidup kembali, lalu berkata: Berapa lamakah engkau tinggal disana ? Uzair menjawab aku tinggal sehari atau setengah hari.Tuhan berkata: Tetapi engkau telah tinggal disana seratus tahun. Lihatlah hemarmu, dan agar Kami jadikan engkau selaku pertanda bagi manusia ramai. Dan perhatikanlah betapa Kami susun kembali tulang-tulangnya kemudian Kami bungkus dengan daging. Maka ketika sudah terang baginya, dia (Uzair) berkata: aku tahu sebenarnya bahwa ALLAH itu atas tiap sesuatu menentukan. Peristiwa berlangsung terus menerus merobah sejarah Bani Israel. Setelah 70 tahun mereka hidup melarat di Babilon, Cyrus raja Parsia menang perang lalu memerintahkan agar seluruh Bani Israel yang tinggal di Babilon harus dikembalikan ke Palestina bersama harta bendanya yang mungkin dibawa. Pemindahan ini dilaksanakan menurut kehendak Cyrus, kemudian raja ini digantikan oleh Darius, Ahasuerus dan Artaxerxes yang memerintahkan Nehemiah membangun kembali gedung- gedung yang telah runtuh di Palestina. Waktu itulah Uzair dibangunkan ALLAH sesudah 100 tahun tertidur disuatu tempat reruntuhan. Demikian ALLAH memperlihatkan kuasaNYA bahwa nanti seluruh manusia ini sesudah matinya akan dihidupkan kembali dalam alam kekal tanpa rubah. Keterangan lengkap tentang ini dapat dibaca dalam Bible Kitab Chronicles II ayat 36:27 sampai pada akhir kitab Nehemiah. Orang dapat memahami bahwa Bani Israel, selama di Babilon, diberlakukan sebagai budak, semua harta bendanya dirampas, dan Tawrat yang disampaikan oleh Musa dibakar habis hingga tidak seorangpun dari Bani Israel mengetahui isi Kitab Suci itu lagi apalagi untuk menghafalnya. Selaku ummat yang mempusakai agama Tawhid semenjak Ibrahim, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Daud dan Suleman, tentunya ada diantara Bani Israel itu yang sangat membutuhkan satu kitab suci, lalu mengharapkan agar didapat satu berkas peninggalan Tawrat diantara reruntuhan Palestina itu atau ALLAH sengaja menurunkan Kitab Suci lain bagi penggantinya. Waktu itulah muncul Uzair seorang yang hafal Tawrat seluruhnya lalu membacakan semua ayat suci itu dari kitab itu yang memang telah ditentukan ALLAH tanpa kesalahan. Hal ini dianggap ajaib dan memang luar biasa, padahal Uzair merasa tertidur sebentar saja, dan karenanya praktis dia sempat mengucapkan ayat-ayat Tawrat yang dihafalnya selama ini. Hal demikian akan berlaku pola pada setiap diri diwaktu bangun di akhirat nanti; masing-masing dapat mengenang riwayat hidupnya di dunia kini, sekalipun masa telah berlalu jutaan tahun. Bani Israel berbesar hati dengan syukur kepada ALLAH, tetapi sebaliknya mereka beranggapan dan menyatakan Uzair itu anak tuhan dengan faham Trinity. Alasan bagi Bani Israel untuk menyatakan Uzair anak tuhan ialah karena disamping orang itu telah memperlihatkan keadaan dan kesanggupan istimewa, juga kaum itu selama 100 tahun telah dididik dan dibesarkan dalam masyarakat yang menganut ajaran Trinity. Maka pudarlah kembali faham ketawhidan yang terkandung dalam Tawrat, dan dirobahlah ayat-ayatnya dengan istilah yang cocok menurut kemauan ummat serta faham yang dianutnya.

Posted at 01:18 am by JKTPLAS
Make a comment

POLYTHEISME DAN TRINITY (5)

POLYTHEISME DAN TRINITY Dalam keadaan begitu ruwet di bidang kepercayaan, Bani Israel senantiasa diperangi dan dijajah berganti-ganti oleh kerajaan Roma dan Parsia yang menganut agama Trinity. Pada tahun 219 sebelum Almasih, mereka dijajah oleh Antiochus, tahun 65 sebelum Almasih oleh Pompey, tahun 37 sebelum Almasih oleh Nerod, semuanya memaksa Bani Israel menganut faham Trinity. Sementara itu ALLAH tetap juga mengutus RasulNYA untuk memperbaiki kepercayaan ummat. Tampillah Zakariya dan Yahya dengan menyampaikan agama Tawhid sesuai dengan ajaran hidup yang dipusakakan Musa terkandung dalam Tawrat, tetapi Rasul itu mendapat tantangan dengan berbagai alasan. Pada waktu itulah Isa Almasih dilahirkan oleh Maryam anak Imran, sesudah besarnya menyampaikan Injil berisikan wahyu suci dari ALLAH. Dia bertugas melanjutkan ajaran Tawhid serta memperbaiki ajaran Tawrat yang sudah dikaburkan dengan kalimat saduran. Nabi ini menghadapi tantangan hebat, bukan saja dari penjajah Roma yang menguasai Palestina tetapi juga dari kalangan Bani Israel sendiri. Amat sedikitlah orang yang mempercayainya secara wajar waktu itu. Kemudian sesudah Almasih berangkat dari Bumi dimana dia dilahirkan tak pernah disalib dan dimana dia tak pernah mati, timbullah anggapan terhadapnya 1. Bahwa Almasih itu anak tuhan, sesuai dengan agama kekuasaan yang menjajah Palestina waktu itu. 2. Bahwa Almasih itu penghasut rakyat untuk berontak terhadap kekuasaan Roma yang menjajah Palestina. 3. Almasih itu bermaksud jadi raja pada Bani Israel. 4. Almasih itu memang Rasul yang menyampaikan Injil meneruskan ajaran hidup yang disampaikan Musa. Tentang ini, Alquran menerangkan : 4/159. Dan dari ahli kitab itu tiada yang beriman dengannya kecuali sebelum matinya Rasul itu, (diluar Bumi). Dan pada hari kiamat nanti dia akan jadi saksi atas mereka. Orang yang percaya bahwa Almasih itu Rasul ALLAH waktu itu sedikit sekali, semua orang itu meninggal dunia lebih dulu daripada meninggalnya Almasih di luar Bumi ini selaku manusia biasa Seperlunya kita kutipkan ayat Injil dalam Bible yang bersangkutan dengan hal itu: St. Mark. 12:29.And Jesus answered him, The first of all commandments is, Hear 0 Israel,. The Lord our God is one Lord. 12:29.Dan Jesus menjawab padanya, Yang pertama dari semua perintah adalah, Dengarlah wahai Israel, Lord yaitu Tuhan kita adalah Lord yang satu. St. John. 15 21 But all these things will they do unto you for my name sake, because they know not HIM that sent me. 15:21.Tetapi semua benda ini akan mereka lakukan terhadapmu untuk kepentingan namaku, karena mereka tidak mengetahui Dia yang mengutus aku. 15:25.But this cometh to pass, that the word might he fulfilled that is written in their law, they hated me without a cause. 15:25.Tetapi hal ini datang dan berlalu, bahwa perkataan itu baru terlaksana yang tertulis dalam hukum (Tawrat) mereka, mereka membenci aku tanpa sebab. Isa Almasih senantiasa menyatakan dirinya anak manusia, dia tidak pernah menyebutkan dirinya anak tuhan. Tuhan itu ESA tanpa serikat, seorang yang beranak bukanlah tuhan. Bahwa yang paling utama dari seluruh perintah ialah meyakinkan Tuhan itu ESA. Kesalahan pengertian tentang keesaan Tuhan akan menimbulkan kesalahan pula dalam akidah kaidah. Tetapi kebanyakan orang menganggapnya anak tuhan dan setengahnya merasa dengan anggapan begitu mereka memuliakan Almasih, malah akibatnya, menimbulkan kebencian terhadap Nabi itu sejalan dengan kebencian kekuasaan Roma terhadapnya. Itulah yang dikatakan Almasih bahwa dia dibenci tanpa sebab yang syah, tanpa alasan nyata. Bani Israel waktu itu telah salah terima tersebab keistimewaan keadaan yang diperlihatkan Almasih, juga tersebab mereka semenjak lama dipengaruhi oleh faham Trinity malah yang dipaksakan kepada mereka selaku agama yang harus dipatuhi. Mereka mempercayai bahwa alam semesta ini dikuasai oleh tiga tuhan, yang ada pada mulanya dinamakan Brahma, Wisynu dan Syiwa. Istilah Trimurti menurut suatu istilah atau juga yang dinamakan Trinity dalam istilah lain. Hanya sedikit perbedaan antara Trimurti dan Trinity, bahwa Trimurti beranggapan Wisynu dan Syiwa adalah tuhan-tuhan yang berupa manusia dilahirkan oleh ibunya tetapi berlainan tugas antara ilmu yang disampaikan dan kekuasaan dalam masyarakat. Wisynu menyampaikan ajaran hidup yang patut dilakukan sedangkan Syiwa melaksanakan kekuasaan dalam kehidupan didunia kini. Sebaliknya Trinity memberikan gambaran yang meragukan tentang Wisynu dan Syiwa: Setengah penganutnya beranggapan Maryam yang melahirkan Almasih, itulah yang Wisynu dan Almasih sendiri adalah Syiwa. Setengahnya menganggap Ruh Kuduslah yang Wisynu yaitu yang menyampaikan firman atau pokok ilmu kepada manusia. Dan dalam menentukan Ruh Kudus itupun terdapat pula berbagai aliran yang berbeda, setiap aliran memberikan keterangan dengan dalilnya sendiri. Maka akhirnya dalam kalangan penganut Trinity itu populerlah dua tuhan saja, yaitu tuhan bapak dan tuhan anak. Praktis saja faham Trinity ini tidak dapat benar-benar membuktikan adanya tiga tuhan berkuasa sekaligus, apalagi istilah tiga dalam satu, satu dalam tiga. Utama lagi selama dalam perkembangannya, Bani Israel selalu berada di bawah kekuasaan asing waktu mana mereka tidak sempat menentukan mana yang Wisynu dan mana yang Syiwa. Berbeda dengan perkembangan Trimurti yang mencakup keilmuan dan kekuasaan sekaligus dipunyai oleh suatu kerajaan atau suatu bangsa yang menganut ajaran hidup itu. Semua itu adalah agama dimasa pra-ilmiah dimana logika wajar belum terwujud dalam alam fikiran. Polytheism telah menimbulkan Trinity, dan inipun berkembang secara kabur tentang wujud sebenarnya dari tuhan yang tiga, karenanya timbullah falsafah hidup selaku akibat seiringan dengan falsafah yang berlaku sebelumnya, sampai kini masih berkembang diantara masyarakat manusia 1. Kalangan Yahudi yang tetap mengatakan Uzair anak tuhan. 2. Kalangan atheism yang menyatakan tuhan itu tidak ada sama sekali. Pengakuan tentang adanya tuhan hanyalah ketakutan, kebodohan dan kelobaan. 3. a. Kalangan Nashara yang menyatakan Almasih anak tuhan. Rum- Katholik menganggap Bible itu ditulis di bawah ilham Ruh Kudus dan tuhan sendiri yang mengarangnya, maka seluruh Ayat Bible itu adalah ayat suci. b. Kalangan Protestant menyatakan Kitab Suci ialah berbahasa asli, Bible yang ada sekarang sudah banyak dicampuri saduran oleh manusia. Kalangan ini dinamakan dengan Gerakan Refontrasi, dimulai dari abad 15 Masehi. c. Gerakan Modernisasi dalam Nashana yang dimulai pada akhir abad 19 Masehi dengan ajaran bahwa Jesus itu adalah manusia biasa dengan tugas Rasul. Tuhan ialah yang ESA di alam gaib. Bukanlah tuhan itu tiga. Doktrin tentang dosa warisan dari Nabi Adam dan penebusan dosa serta kebangkitan Jesus kembali harus ditinjau menurut wajarnya. Untuk membuktikan bahwa Trinity yang berkembang dengan dasar Bible telah berasal dari Polytheism semenjak dulunya, orang dapat memperhatikan betapa kaburnya pengertian istilah Lord dan God dalam Bible itu sendiri. Begitupun gambaran sejarah manusia yang termaktub dalam Bible itu mengungkapkan bahwa agama dulunya adalah Polytheism dimusnahkan dengan faham Trinity yang memang sudah berkembang semenjak zaman Ibrahim. Bible tidak menyebutkan betapa faham agama yang berlaku pada masyarakat Firaun, sedang penyaliban dizaman Isa Almasih memberikan persamaan tentang hukuman yang berlaku. Dan dari itu pula Bible tidak pernah menggambarkan betapa perjuangan Ibrahim menantang kekuasaan raja yang beragama Trinity. Sebagai contoh juga cobalah perhatikan betapa seorang wanita tukang sihir di zaman Daud telah sanggup menghidupkan Samuel yang telah mati, kemudian Samuel itu bercakap dengan raja Samuel tentang kekuasaan : Bible Samuel I 25:1. And Samuel died : and all the Israelites were gathered together, and lamented him, and buried him in his house at Ramah. And David arose, and went down to the wilderness of Paran. Alkitab Semuel I: 25:1. Sebermula, maka matilah Semuil, lalu berhimpunlah segenap orang Israel menatapkan dia dan dikuburkannya dalam rumahnya di Rama. Maka berangkatlah Daud, lalu turun ke padang Paran. 28:10.And Saul sware to her by the Lord, saying, As the Lord liveth, there shall no punishment happen to thee for this thing. 28:10.Maka bersumpahlah Paul kepadanya demi Tuhan, katanya: Demi Tuhan yang hidup, sekali-kali, tiada engkau akan mendapat susah oleh sebab perkara ini. 28:11.Then said the woman, Whom shall I bring up unto thee ? And he said, Bring me up Samuel. 28:11.Maka kata perempuan itu : Siapa hendak kubangkitkan akan dikau ? Maka sahutnya: Bangkitlah akan daku Semuil. 28:12.And when the woman saw Samuel, she cried with a loud voices: and the woman said unto Saul, saying Why thou deceived me ? for thou art Saul. 28:12.Demi terlihatlah perempuan itu akan Semuil, maka berteriaklah ia dengan nyaring kepada Saul: Mengapa tuanku mendustai patik ? karena tuanku ini Saul juga. 28:13. And the king said unto her, Be not afraid : for what sawest thou'? And the woman said unto Saul, I saw Gods ascending out of the earth. 28:13.Maka titah baginda kepadanya : Janganlah engkau takut; apa gerangan yang engkau lihat ? Maka sembah perempuan itu kepada Saul : Patik melihat ada dewa berbangkit dari dalam Bumi. 28:14.And he said unto her, What form is he of ? And she said, An old man cometh up, and he is covered with a mantle. And Saul perceived that is was Samuel, and he stooped with his face to the ground, and bowed himself. 28:14.Maka titahnya kepadanya: Bagaimana rupanya ? Maka sembah perempuan itu Adapun yang bangkit itu seorang tua yang berselubung kain selimut Serta diketahui Saul, bahwa ia itu Semuil, maka tunduklah ia dengan mukanya sampai ke Bumi lalu sujud. 28:15.And Samuel said to Saul, Why hast thou f'tsquisted me, to bring me up ? And Saul answered, I am sore distressed for the Philistines make war against me, and God is departed from me, and answered me no more, neither by the prophet, nor by dreams therefore I have called thou that thou mayest make known unto me what I shall do. 28:15.Maka kata Semuil kepada Saul : Mengapa maka engkau mengusik daku ? dengan membangkitkan aku ? Maka kata Saul : Bahwa aku dalam ketakutan sangat, karena orang Pilistin berperang dengan aku, maka ALLAH sudah undur daripadaku, tiada ia memberi jawab lagi akan daku, baik dengan lidah nabi atau dengan mimpi, maka sebab itu aku sudah memanggil engkau supaya engkau memberi tahu aku barang yang patut kuperbuat. Cerita pendek di atas ini memperlihatkan betapa susahnya untuk dapat mengerti tentang maksud istilah Lord dan God. dicampur lagi dengan istilah gods yang oleh Alkitab diartikan dengan Dewa-dewa. Disamping cerita itu sangat susah untuk dapat diterima akal selaku peristiwa yang telah terjadi, juga menimbulkan pengertian bahwa Bible membawa pembacanya kepada suatu faham bahwa Lord dan God itu adalah tuhan yang berbeda. God berartikan tuhan. yang maha kuasa, sedangkan Lord berartikan tuhan yang pernah hidup selaku manusia tetapi selamanya hidup dalam alam gaib, dan gods adalah tuhan-tuhan yang kecil pengaruhnya di antara masyarakat. Saul selaku raja dari Bani Israel yang mulanya mendapat kekuatan yang diberikan ALLAH kepadanya, telah datang kepada tukang sihir untuk membangkitkan mayat Semuil yang waktu hidupnya jadi Nabi. Semuil ini dibangkitkan dari kuburnya oleh tukang sihir itu lalu bercakap-cakap dengan Saul. Hal ini memberikan nilai bahwa tukang sihir lebih kuasa daripada seorang Nabi, pada mana Bible memberikan ajaran yang ngawur. Ditambah lagi dengan sumpah Saul kepada perempuan tukang sihir itu atas nama Lord yang hidup, tentu dimaksudkannya Jesus, memperlihatkan kontradiksj diantara ayat Bible sendiri dan tidak pernah meralatnya. Padahal Musa di dalam Tawrat dan Almasih dalam Injil telah melarang orang bersumpah kecuali dengan nama Tuhan yang Mahakuasa. Itupun tercatat dalam : Bible: Leviticus: 19:12.And ye shall not swear by my name falsely, neither shalt thou profane the name of thy God : I am the Lord. AIkitab: Lewi: Dan jangan kamu bersumpah demi namaku, karena demikian kamu menghinakan nama ALLAHmu: Bahwa Akulah Tuhan. St. Matthew 5:33.Again, ye have heard that it hath been said by them of old time, thou shalt not forswear thyself but shalt perform unto the Lord thine oaths. Matius: 5:33.Lagi pula kamu sudah mendengar barang yang dikatakan kepada orang dahulu kala: Janganlah engkau bersumpah dusta, melainkan wajiblah engkau menyampaikan kepada Tuhan segala sumpahmu itu. 5:34.But I say unto you, Swear not at all, neither by heaven, for it is God's throne. 5:34.Tetapi aku ini berkata kepadamu Janganlah sekali-kali kamu bersumpah, baik demi langit, karena ia itu arasy ALLAH. Alkitab telah memberikan terjemah lain tentang Leviticus 19:12 karena artinya secara langsung ialah: Dan kamu tidak akan bersumpah secara palsu dengan namaKU, begitupun kamu tidak akan mengotori nama Tuhanmu? Akulah yang kuasa (bersumpah dengan nama sendiri). Nampaknya Alkitab sengaja merobah maksud ayat itu untuk menghilangkan ajaran Tawhid yang terkandung kepada ajaran Trinity. Kalau orang meninjau maksud ayat Bible, dapat dilihat bahwa bersumpah haruslah dengan nama ALLAH yang ESA sendirinya, tidak boleh bersumpah atas nama sendiri seperti juga tersebut pada St. Matthew 5:33 begitupun tidak boleh atas nama benda angkasa, sesuai dengan ajaran Alquran, tetapi oleh Alkitab nampaknya diputar belitkan hingga dengan Jesuslah orang dibolehkan bersumpah. Hal itu lebih nyata kelihatan pada Matius 5:33 dimana tidak disebutkan larangan bersumpah atas nama sendiri malah diwajibkan menyampaikan segala sumpah kepada tuhan yang maksudnya ialah Jesus.

Posted at 01:16 am by JKTPLAS
Make a comment

Next Page