Entry: POLYTHEISME DAN TRINITY (4) Tuesday, June 01, 2004



POLYTHEISME DAN TRINITY Keadaan yang demikian bersesuaian dengan sinyalemen Alquran yang menyatakan bahwa perkembangan peradaban manusia berlaku secara bertingkat. parallel dengan kesadaran yang dicapainya, pada mana Rasul yang diutus ALLAH menyampaikan ajaran hidup hanya pada pokok ilmu yang mungkin diterima oleh daya fikir masyarakat setempat sekalipun Rasul itu telah mengetahui rahasia-rahasia alam, kejadian dan perwujudannya, serta naluri dan tenaganya yang mungkin disadari oleh manusia dipengujung zaman nantinya. Adam dan Isa Almasih mengerti cari penerbangan antar planet yang nantinya pasti terlaksana oleh cucu-cucunya di akhir zarnan; Noah dan Ibrahim mengerti sepenuhnya tentang fungsi topan besar yang menenggelamkan permukaan seluruh planet, waktu mana Bumi mengalami perpindahan pula Rawasianya dari Makkah-Docei ke Arctic-Antarctic kini; tetapi semua itu disimpan terus oleh Rasul-Rasul itu karena tidak mendapat keizinan dari ALLAH. malah menyampaikan hal-hal yang hanya mungkin diterima oleh masyarakatnya waktu itu. Ada dua alasan yang menyebabkan keizinan itu tidak diberikan kepada mereka, yaitu agar para Rasul itu tidak dikatakan gila seratus persen oleh masyarakatnya yang pra-ilmiah, juga agar peningkatan pengetahuan berjalan parallel dengan kesadaran masyarakat berdasarkan kausalita dan logika. ALLAH membukakan pengetahuan manusia secara bertahap dinyatakan selaku pertanda yang selain dihadapkan sebagai ransangan. Demikian Alquran dengan Ayat Suci dari berbagai pokok problem mengemukakan, termasuk persoalan Ibrahim dengan mirajnya. 6/75. Dan begitulah Kami perlihatkan kepada Ibrahim kerajaan planet-planet dan Bumi ini agar dia jadi orang yang dapat kepastian. 2/105. Tidaklah Kami hilangkan dari suatu pertanda atau Kami lupakan dia, malah Kami datangkan yang lebih baik daripadanva atau seumpamanya. Tidakkah engkau ketahui bahwa ALLAH atas tiap sesuatu menentukan? 2/143. Itulah ummat yang telah berlalu, baginya apa yang mereka kerjakan, dan bagimu apa yang kamu lakukan, tidaklah kamu ditanyai tentang apa yang mereka perbuat. 40/78. Dan sungguh telah Kami utus sebelum engkau beberapa Rasul, diantara mereka ada yang Kami kabarkan kepadamu dan setengahnya tidak Kami kabarkan kepadamu. Dan tiada tugas bagi seorang Rasul itu untuk mendatangkan suatu pertanda kecuali dengan izin ALLAH. Maka apabila telah datang perintah ALLAH (pada zaman tertentu) maka terlaksanalah dia secara logis, dan merugilah waktu itu orang-orang batal. 54/49. Bahwa tiap sesuatu Kami ciptakan dia dengan suatu ketentuan. Tentang ini St.John juga memberitakan dengan nada yang bersamaan: 3 :12 If I told you earthly things, and ye believe not, how shall ye believe, if I tell you of heavenly things ? Artinya : Kalau aku telah menerangkan padamu benda-benda Bumi, dan kamu tidak mempercayainya, bagaimana pula kamu dapat percaya jika aku terangkan padamu tentang benda-benda planet lain? Bani Israel, yang kepadanya banyak sekali Ayat Alquran ditujukan disebabkan bangsa-bangsa ini telah melalui sejarah yang amat panjang dimana Nabi-nabi banyak dilahirkan dan daripadanya diharapkan peningkatan kemajuan dengan penemuan-penemuan baru dalam peradaban, juga mengalami keadaan yang sama bahwa kepada mereka disampaikan ajaran Tawhid tetapi kemudian mereka kembali kepada faham Trinity dengan menyatakan Uzair dan Almasih anak ALLAH. Hal itu akan berlangsung terus sampai pada waktu mereka menemui fakta nyata bahwa memang tuhan itu tidak beranak dan bukanlah Uzair dan Almasih itu anak tuhan, dan ini akan ada realitanya diwaktu mereka telah melakukan penerbangan antar planet dalam peradaban modern. Ketika itu insyaflah mereka bahwa semua planet itu bermanusia dimana juga tentu berlaku faham Trinity yang menyatakan tuhan itu beranak didasarkan atas dugaan semata. Israel adalah Yakub anak Ishak, maka anak Yakub yang duabelas orang jadi kepala persukuan Bani Israel. Duabelas saudara itu dilahirkan di Palestina termasuk Yusuf yang kemudian membawa ibu bapaknya serta semua saudaranya ke Mesir. Pada mulanya mereka hidup senang di negeri itu dimana Yusuf jadi Menteri Perekonomian. Tetapi setelah Yusuf meninggal dunia, Bani Israel itu mengalami perubahan hidup. Mereka ditindas oleh penduduk Mesir yang mayoritas. Waktu itu lahirlah Musa selaku Nabi yang menyampaikan Tawrat dan Kitab Suci pertama. ALLAH memerintahkan Musa dan Nabi Harun yang juga Bani Israel untuk membawa kaumnya kembali ke Palestina guna melepaskan diri dari kekejaman Firaun raja Mesir. Hal ini terlaksana dengan melalui Laut Merah bahagian utaranya yang kebetulan jadi kering pada suatu malam, sebaliknya menenggelamkan Firaun bersama tentaranya yang memburu Bani Israel dari belakang. Sejarah bangsa itu berjalan terus, lahirlah Daud dan Suleman selaku Nabi-nabi kebanggaan. Kedua Nabi itu telah meninggikan nama Bani Israel dan membangun Palestina sebagai kota indah. Tetapi pada tahun 586 sebelum Almasih, mereka diperangi oleh Nebukadnezar yang meruntuh seluruh bangunan kota itu. Seluruh Bani Israel digiring secara paksa ke Babilon untuk diperlakukan sebagai budak dan hamba sahaya. Dalam pada itu seorang yang bernama Uzair, yang oleh Bible disebut Ezra, diwaktu hendak meninggalkan reruntuhan Palestina, atas imannya kepada ALLAH rnenengadahkan kepala mengadukan nasib kaumnya kepada yang Kuasa ESA. Bibirnya bergerak mengucapkan: betapa caranya ALLAH hendak membangun kembali negeri yang telah rubuh ini?. Alquran. 2/259. Atau tidakkah engkau perhatikan orang (Uzair) yang berjalan di atas reruntuhan negeri yang telah jatuh kerajaannya itu? Dia berkata: bagaimanakah ALLAH menghidupkan kembali semua ini sesudah matinya? maka ALLAH mematikannya seratus tahun, kemudian membangkitkannya hidup kembali, lalu berkata: Berapa lamakah engkau tinggal disana ? Uzair menjawab aku tinggal sehari atau setengah hari.Tuhan berkata: Tetapi engkau telah tinggal disana seratus tahun. Lihatlah hemarmu, dan agar Kami jadikan engkau selaku pertanda bagi manusia ramai. Dan perhatikanlah betapa Kami susun kembali tulang-tulangnya kemudian Kami bungkus dengan daging. Maka ketika sudah terang baginya, dia (Uzair) berkata: aku tahu sebenarnya bahwa ALLAH itu atas tiap sesuatu menentukan. Peristiwa berlangsung terus menerus merobah sejarah Bani Israel. Setelah 70 tahun mereka hidup melarat di Babilon, Cyrus raja Parsia menang perang lalu memerintahkan agar seluruh Bani Israel yang tinggal di Babilon harus dikembalikan ke Palestina bersama harta bendanya yang mungkin dibawa. Pemindahan ini dilaksanakan menurut kehendak Cyrus, kemudian raja ini digantikan oleh Darius, Ahasuerus dan Artaxerxes yang memerintahkan Nehemiah membangun kembali gedung- gedung yang telah runtuh di Palestina. Waktu itulah Uzair dibangunkan ALLAH sesudah 100 tahun tertidur disuatu tempat reruntuhan. Demikian ALLAH memperlihatkan kuasaNYA bahwa nanti seluruh manusia ini sesudah matinya akan dihidupkan kembali dalam alam kekal tanpa rubah. Keterangan lengkap tentang ini dapat dibaca dalam Bible Kitab Chronicles II ayat 36:27 sampai pada akhir kitab Nehemiah. Orang dapat memahami bahwa Bani Israel, selama di Babilon, diberlakukan sebagai budak, semua harta bendanya dirampas, dan Tawrat yang disampaikan oleh Musa dibakar habis hingga tidak seorangpun dari Bani Israel mengetahui isi Kitab Suci itu lagi apalagi untuk menghafalnya. Selaku ummat yang mempusakai agama Tawhid semenjak Ibrahim, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Daud dan Suleman, tentunya ada diantara Bani Israel itu yang sangat membutuhkan satu kitab suci, lalu mengharapkan agar didapat satu berkas peninggalan Tawrat diantara reruntuhan Palestina itu atau ALLAH sengaja menurunkan Kitab Suci lain bagi penggantinya. Waktu itulah muncul Uzair seorang yang hafal Tawrat seluruhnya lalu membacakan semua ayat suci itu dari kitab itu yang memang telah ditentukan ALLAH tanpa kesalahan. Hal ini dianggap ajaib dan memang luar biasa, padahal Uzair merasa tertidur sebentar saja, dan karenanya praktis dia sempat mengucapkan ayat-ayat Tawrat yang dihafalnya selama ini. Hal demikian akan berlaku pola pada setiap diri diwaktu bangun di akhirat nanti; masing-masing dapat mengenang riwayat hidupnya di dunia kini, sekalipun masa telah berlalu jutaan tahun. Bani Israel berbesar hati dengan syukur kepada ALLAH, tetapi sebaliknya mereka beranggapan dan menyatakan Uzair itu anak tuhan dengan faham Trinity. Alasan bagi Bani Israel untuk menyatakan Uzair anak tuhan ialah karena disamping orang itu telah memperlihatkan keadaan dan kesanggupan istimewa, juga kaum itu selama 100 tahun telah dididik dan dibesarkan dalam masyarakat yang menganut ajaran Trinity. Maka pudarlah kembali faham ketawhidan yang terkandung dalam Tawrat, dan dirobahlah ayat-ayatnya dengan istilah yang cocok menurut kemauan ummat serta faham yang dianutnya.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments