|
POLYTHEISME DAN TRINITY
Keadaan yang demikian bersesuaian dengan sinyalemen Alquran yang
menyatakan bahwa perkembangan peradaban manusia berlaku secara
bertingkat. parallel dengan kesadaran yang dicapainya, pada mana
Rasul yang diutus ALLAH menyampaikan ajaran hidup hanya pada pokok
ilmu yang mungkin diterima oleh daya fikir masyarakat setempat
sekalipun Rasul itu telah mengetahui rahasia-rahasia alam, kejadian
dan perwujudannya, serta naluri dan tenaganya yang mungkin disadari
oleh manusia dipengujung zaman nantinya.
Adam dan Isa Almasih mengerti cari penerbangan antar planet yang
nantinya pasti terlaksana oleh cucu-cucunya di akhir zarnan; Noah
dan Ibrahim mengerti sepenuhnya tentang fungsi topan besar yang
menenggelamkan permukaan seluruh planet, waktu mana Bumi mengalami
perpindahan pula Rawasianya dari Makkah-Docei ke Arctic-Antarctic
kini; tetapi semua itu disimpan terus oleh Rasul-Rasul itu karena
tidak mendapat keizinan dari ALLAH. malah menyampaikan hal-hal yang
hanya mungkin diterima oleh masyarakatnya waktu itu.
Ada dua alasan yang menyebabkan keizinan itu tidak diberikan kepada
mereka, yaitu agar para Rasul itu tidak dikatakan gila seratus
persen oleh masyarakatnya yang pra-ilmiah, juga agar peningkatan
pengetahuan berjalan parallel dengan kesadaran masyarakat
berdasarkan kausalita dan logika. ALLAH membukakan pengetahuan
manusia secara bertahap dinyatakan selaku pertanda yang selain
dihadapkan sebagai ransangan. Demikian Alquran dengan Ayat Suci dari
berbagai pokok problem mengemukakan, termasuk persoalan Ibrahim
dengan mirajnya.
6/75. Dan begitulah Kami perlihatkan kepada Ibrahim kerajaan
planet-planet dan Bumi ini agar dia jadi orang yang dapat kepastian.
2/105. Tidaklah Kami hilangkan dari suatu pertanda atau Kami lupakan
dia, malah Kami datangkan yang lebih baik daripadanva atau
seumpamanya. Tidakkah engkau ketahui bahwa ALLAH atas tiap sesuatu
menentukan?
2/143. Itulah ummat yang telah berlalu, baginya apa yang mereka
kerjakan, dan bagimu apa yang kamu lakukan, tidaklah kamu ditanyai
tentang apa yang mereka perbuat.
40/78. Dan sungguh telah Kami utus sebelum engkau beberapa Rasul,
diantara mereka ada yang Kami kabarkan kepadamu dan setengahnya
tidak Kami kabarkan kepadamu. Dan tiada tugas bagi seorang Rasul itu
untuk mendatangkan suatu pertanda kecuali dengan izin ALLAH. Maka
apabila telah datang perintah ALLAH (pada zaman tertentu) maka
terlaksanalah dia secara logis, dan merugilah waktu itu orang-orang
batal.
54/49. Bahwa tiap sesuatu Kami ciptakan dia dengan suatu ketentuan.
Tentang ini St.John juga memberitakan dengan nada yang bersamaan:
3 :12 If I told you earthly things, and ye believe not, how shall
ye believe, if I tell you of heavenly things ?
Artinya : Kalau aku telah menerangkan padamu benda-benda Bumi, dan
kamu tidak mempercayainya, bagaimana pula kamu dapat percaya jika
aku terangkan padamu tentang benda-benda planet lain?
Bani Israel, yang kepadanya banyak sekali Ayat Alquran ditujukan
disebabkan bangsa-bangsa ini telah melalui sejarah yang amat panjang
dimana Nabi-nabi banyak dilahirkan dan daripadanya diharapkan
peningkatan kemajuan dengan penemuan-penemuan baru dalam peradaban,
juga mengalami keadaan yang sama bahwa kepada mereka disampaikan
ajaran Tawhid tetapi kemudian mereka kembali kepada faham Trinity
dengan menyatakan Uzair dan Almasih anak ALLAH. Hal itu akan
berlangsung terus sampai pada waktu mereka menemui fakta nyata bahwa
memang tuhan itu tidak beranak dan bukanlah Uzair dan Almasih itu
anak tuhan, dan ini akan ada realitanya diwaktu mereka telah
melakukan penerbangan antar planet dalam peradaban modern. Ketika
itu insyaflah mereka bahwa semua planet itu bermanusia dimana juga
tentu berlaku faham Trinity yang menyatakan tuhan itu beranak
didasarkan atas dugaan semata.
Israel adalah Yakub anak Ishak, maka anak Yakub yang duabelas orang
jadi kepala persukuan Bani Israel. Duabelas saudara itu dilahirkan
di Palestina termasuk Yusuf yang kemudian membawa ibu bapaknya serta
semua saudaranya ke Mesir. Pada mulanya mereka hidup senang di
negeri itu dimana Yusuf jadi Menteri Perekonomian. Tetapi setelah
Yusuf meninggal dunia, Bani Israel itu mengalami perubahan hidup.
Mereka ditindas oleh penduduk Mesir yang mayoritas. Waktu itu
lahirlah Musa selaku Nabi yang menyampaikan Tawrat dan Kitab Suci
pertama. ALLAH memerintahkan Musa dan Nabi Harun yang juga Bani
Israel untuk membawa kaumnya kembali ke Palestina guna melepaskan
diri dari kekejaman Firaun raja Mesir. Hal ini terlaksana dengan
melalui Laut Merah bahagian utaranya yang kebetulan jadi kering pada
suatu malam, sebaliknya menenggelamkan Firaun bersama tentaranya
yang memburu Bani Israel dari belakang.
Sejarah bangsa itu berjalan terus, lahirlah Daud dan Suleman selaku
Nabi-nabi kebanggaan. Kedua Nabi itu telah meninggikan nama Bani
Israel dan membangun Palestina sebagai kota indah. Tetapi pada tahun
586 sebelum Almasih, mereka diperangi oleh Nebukadnezar yang
meruntuh seluruh bangunan kota itu. Seluruh Bani Israel digiring
secara paksa ke Babilon untuk diperlakukan sebagai budak dan hamba
sahaya. Dalam pada itu seorang yang bernama Uzair, yang oleh Bible
disebut Ezra, diwaktu hendak meninggalkan reruntuhan Palestina, atas
imannya kepada ALLAH rnenengadahkan kepala mengadukan nasib kaumnya
kepada yang Kuasa ESA. Bibirnya bergerak mengucapkan: betapa caranya
ALLAH hendak membangun kembali negeri yang telah rubuh ini?.
Alquran.
2/259. Atau tidakkah engkau perhatikan orang (Uzair) yang berjalan
di atas reruntuhan negeri yang telah jatuh kerajaannya itu? Dia
berkata: bagaimanakah ALLAH menghidupkan kembali semua ini sesudah
matinya? maka ALLAH mematikannya seratus tahun, kemudian
membangkitkannya hidup kembali, lalu berkata: Berapa lamakah engkau
tinggal disana ? Uzair menjawab aku tinggal sehari atau setengah
hari.Tuhan berkata: Tetapi engkau telah tinggal disana seratus
tahun. Lihatlah hemarmu, dan agar Kami jadikan engkau selaku
pertanda bagi manusia ramai. Dan perhatikanlah betapa Kami susun
kembali tulang-tulangnya kemudian Kami bungkus dengan daging. Maka
ketika sudah terang baginya, dia (Uzair) berkata: aku tahu
sebenarnya bahwa ALLAH itu atas tiap sesuatu menentukan.
Peristiwa berlangsung terus menerus merobah sejarah Bani Israel.
Setelah 70 tahun mereka hidup melarat di Babilon, Cyrus raja Parsia
menang perang lalu memerintahkan agar seluruh Bani Israel yang
tinggal di Babilon harus dikembalikan ke Palestina bersama harta
bendanya yang mungkin dibawa. Pemindahan ini dilaksanakan menurut
kehendak Cyrus, kemudian raja ini digantikan oleh Darius, Ahasuerus
dan Artaxerxes yang memerintahkan Nehemiah membangun kembali gedung-
gedung yang telah runtuh di Palestina.
Waktu itulah Uzair dibangunkan ALLAH sesudah 100 tahun tertidur
disuatu tempat reruntuhan. Demikian ALLAH memperlihatkan kuasaNYA
bahwa nanti seluruh manusia ini sesudah matinya akan dihidupkan
kembali dalam alam kekal tanpa rubah. Keterangan lengkap tentang ini
dapat dibaca dalam Bible Kitab Chronicles II ayat 36:27 sampai pada
akhir kitab Nehemiah.
Orang dapat memahami bahwa Bani Israel, selama di Babilon,
diberlakukan sebagai budak, semua harta bendanya dirampas, dan
Tawrat yang disampaikan oleh Musa dibakar habis hingga tidak
seorangpun dari Bani Israel mengetahui isi Kitab Suci itu lagi
apalagi untuk menghafalnya. Selaku ummat yang mempusakai agama
Tawhid semenjak Ibrahim, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Daud dan
Suleman, tentunya ada diantara Bani Israel itu yang sangat
membutuhkan satu kitab suci, lalu mengharapkan agar didapat satu
berkas peninggalan Tawrat diantara reruntuhan Palestina itu atau
ALLAH sengaja menurunkan Kitab Suci lain bagi penggantinya.
Waktu itulah muncul Uzair seorang yang hafal Tawrat seluruhnya lalu
membacakan semua ayat suci itu dari kitab itu yang memang telah
ditentukan ALLAH tanpa kesalahan. Hal ini dianggap ajaib dan memang
luar biasa, padahal Uzair merasa tertidur sebentar saja, dan
karenanya praktis dia sempat mengucapkan ayat-ayat Tawrat yang
dihafalnya selama ini. Hal demikian akan berlaku pola pada setiap
diri diwaktu bangun di akhirat nanti; masing-masing dapat mengenang
riwayat hidupnya di dunia kini, sekalipun masa telah berlalu jutaan
tahun. Bani Israel berbesar hati dengan syukur kepada ALLAH, tetapi
sebaliknya mereka beranggapan dan menyatakan Uzair itu anak tuhan
dengan faham Trinity.
Alasan bagi Bani Israel untuk menyatakan Uzair anak tuhan ialah
karena disamping orang itu telah memperlihatkan keadaan dan
kesanggupan istimewa, juga kaum itu selama 100 tahun telah dididik
dan dibesarkan dalam masyarakat yang menganut ajaran Trinity. Maka
pudarlah kembali faham ketawhidan yang terkandung dalam Tawrat, dan
dirobahlah ayat-ayatnya dengan istilah yang cocok menurut kemauan
ummat serta faham yang dianutnya.
|